#16 Persepsi Tentang Makeup



Di usia yang sudah masuk masa dewasa awal ini, entah kenapa aku masih merasa aneh melihat teman-teman sepantaranku bahkan yang usianya lebih muda dariku memakai makeup. Berdandan, memakai berbagai riasan wajah. Eyeliner, pensil alis, maskara, bedak, lipstik, dan kawan-kawannya. Sementara aku sudah jarang memakai bedak, bahkan aku lupa kapan terakhir kali aku memakainya. Apalagi memakai lipstik dan kawan-kawannya, bahkan lipbalm pun sudah jarang kupakai karena tidak terbiasa memakainya. 

Kadang menertawai diri sendiri, namaku berkebalikan dengan kepribadianku yang tidak suka mengenakan riasan wajah. "Am I normal? Apa aku perlu mengganti namaku?" batinku sambil tertawa kecut. Kadang aku juga merasa mengalami emerging adulthood, perpanjangan masa remaja hingga aku merasa belum dewasa sama sekali di usia dewasa awal. Namun, kadang iri juga dengan temanku yang lain, "Kok kamu bisa dandan? Aku nggak bisa." Ibu juga sering sekali memintaku untuk berdandan, "Mbok sekali-kali dandan, biar nggak kayak anak kecil." Dan setiap kali itu juga aku selalu menggeleng, menjauh dari tempat duduk Ibu, mengambil buku dan pura-pura membacanya. 

Dulu pun, saat Parade Gamelan, saat aku dan teman-teman disuruh untuk dandan, aku bilang kepada teman untuk tidak mendandaniku dengan menor. Dan usai didandani, aku mematut di depan cermin. Kok aneh? batinku. Lalu kulap wajahku dengan tisu. Akhirnya hanya menyisakan lipstik di bibirku yang masih terlihat walau samar. Saking tidak sukanya berdandan, aku pun pernah menulis cerita pendek berjudul Di Balik Dandanan yang merupakan proyeksi diri. 

Individual differences, individu yang satu dengan individu yang lainnya tidak sama. Aku tidak suka mengenakan riasan wajah meski nama panggilanku identik dengan berdandan. Aku juga tidak nyaman saat memakainya. Kecuali untuk acara-acara sakral yang mengharuskan memakai makeup, seperti wisudaku dan...menikah. Mungkin. Untuk saat ini begitu, mungkin esok atau hari lain akan berbeda. Namun, kalau kamu suka dan nyaman mengenakan riasan wajah di keseharianmu, ya pakailah. Tidak ada yang melarang, selama tidak berlebihan. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment