#29 Tiga Tren

Di Indonesia sepertinya banyak fenomena atau kejadian yang mudah menjadi viral di media sosial. Hingga pada akhirnya menjadi tren di negeri ini. Sayangnya, fenomena tersebut hanya bertahan sebentar, hanya beberapa minggu. Tiga hal yang beberapa bulan ini menjadi tren di Indonesia menurutku yaitu:

1. Om Telolet Om




Entah awalnya bagaimana, tahu-tahu kata 'om telolet om' menjadi viral di dunia maya Desember kemarin. Di berbagai lini masa media sosial pasti muncul kata itu. Entah dalam video yang menampilkan anak-anak yang sedang menunggu bus datang sembari membawa kertas bertuliskan 'om telolet om. Maupun dalam sebuah lagu. Bukan hanya booming di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara lain. Ada beberapa artis luar negeri yang menulis tweet 'om telolet om' di akun Twitternya. Pun ada yang sengaja membuatkan lagu tentang kata itu. Bahkan beberapa kali kulihat anak-anak memakai kaus bertuliskan 'om telolet om'. Padahal jauh sebelum kata itu meledak, bus yang cukup sering kunaiki sudah lebih dulu berklakson telolet. Tapi saat itu belum ada anak-anak yang menunggu di pinggir jalan sembari membawa kertas bertuliskan 'om telolet om' demi mendengar bunyi klakson bus. Sayangnya sekarang fenomena itu kian memudar, gaungnya sudah tidak begitu terdengar lagi. Walau beberapa kali kulihat anak-anak masih terlihat riang saat melihat bus lewat dan membunyikan klaksonnya. 

2. Pemilihan Kepala Daerah 2017

Tahun ini, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kembali digelar. Serentak di 100an daerah di Indonesia. Namun, seperti yang sudah-sudah, Pilkada DKI lah yang paling menyita banyak perhatian, yang paling sering diliput oleh awak media. Apalagi pemilihan Gubernur DKI kali ini banyak polemik yang terjadi. Bahkan polemik yang terjadi pada individu tersebut. Hampir setiap hari, di mana-mana, baik media sosial maupun media berita tiada hari tanpa berita dari para pasangan calon pemimpin DKI 2017. Terlebih saat debat berlangsung, yang disiarkan di beberapa stasiun televisi. 

Dua kali debat media sosial sangat ramai oleh komentar para netizen. Baik yang live report maupun yang sekadar berkomentar negatif. Tapi terkadang seru juga menyimak lini masa saat debat berlangsung. Apalagi saat debat putaran kedua kemarin. Saat beberapa orang berfokus pada isi dan penyampaian debat para pasangan calon pemimpin DKI 2017, Sujiwo Tejo justru membahas sang moderator. Di akun Twitter miliknya dia membahas moderator debat yang tidak ubahnya seperti MC. Padahal seharusnya moderator harus menguasai jalannya acara, bukan sekadar melempar pertanyaan dan memberikan waktu untuk menyampaikan pendapat kepada pasangan calon. Membuatku menganggukkan kepala saat membacanya. Pun saat beberapa meme bermunculan yang menampilkan calon gubernur nomor 2 dalam poster film La La Land dan membandingkan dengan cuplikan adegan Jurassic World. 

Hal menarik lainnya dari debat kemarin adalah saat ada yang berkomentar kalau seharusnya debat para calon pemimpin DKI tidak disiarkan di televisi. Karena Indonesia bukan hanya Jakarta yang akan melakukan Pilkada tetapi juga daerah-daerah lainnya. Membaca komentar itu aku langsung teringat film dokumenter Di Balik Frekuensi. Film yang membuka mata tentang dunia media di Indonesia. Frekuensi yang seharusnya dirasakan semua masyarakat Indonesia, malah dipergunakan untuk kepentingan suatu golongan. 

3. Skripsi! 

Di kalangan mahasiswa angkatan 2013, di hampir seluruh perguruan tinggi pasti skripsi menjadi tren terbaru. Kapanpun, di manapun, bicara dengan siapapun pasti obrolan tentang skripsi tidak pernah terlewatkan. Mahasiswa angkatan 2013 yang sudah memasuki semester akhir mulai merasakan fenomena skripsi ini. Beberapa ada yang lancar bab 1, 2, 3, mencari subjek, bahkan mengolah datanya. Beberapa ada juga yang tersendat dan terjebak dalam fase kemalasan dan prokrastinasi yang mungkin lebih tinggi dibanding saat mengerjakan tugas kuliah dulu. Kalau kata teman seangkatan, tahun ini adalah tahun kelulusannya 2013. Kalau kata teman yang lain, nikmati aja prosesnya. Kalau kata ideal-self-ku, jangan prokrastinasi, jangan malas mengerjakan skripsi. Selamat ber-skripsi! Go get graduate!

*
Sumber gambar: di sini

Share this:

0 comments:

Post a Comment