#30 Dua Hal yang Paling Membuat Bahagia di Januari 2017

Tidak terasa hari ini telah masuk ke penghujung Januari. Kurang dari 24 jam lagi berganti menjadi Februari. Apa yang telah kulakukan di bulan ini? Setelah melakukan perenungan ternyata bulan ini aku mudah sekali mengeluh walau aku sering berklamufase dengan tulisan-tulisanku sendiri. Namun, di bulan ini ada dua hal yang paling membuatku bahagia. 

Pertama, saat aku pulang dan berlama-lama di rumah. Bulan ini aku beberapa kali bolak-balik Jogja-rumah. Walau pada akhirnya aku lebih lama menghabiskan waktu di rumah dibanding di Jogja. Dan entah kenapa bulan ini aku merasa semakin insecure saat di Jogja. 



Kedua, saat aku mewawancarai narasumber skripsiku. Setelah bertanya ke beberapa grup dan beberapa teman ternyata cukup sulit mencari orang yang sesuai dengan kriteria subjek skripsiku. Setelah melakukan berbagai cara, termasuk mendatangi KUA kecamatan sebelah, akhirnya aku mendapat tiga narasumber. Jumlah minimal narasumber yang harus kuwawancarai. Bagi orang yang jarang bicara dengan orang yang baru dikenal, wawancara ini merupakan suatu tantangan berat. Dan entah kenapa aku justru memilih metode kualitatif dibanding kuantitatif. 

Tiga kali mewawancarai narasumber tiga kali juga merasa gagal sebagai pewawancara. Terlebih saat narasumberku benar-benar orang yang baru kukenal dan kutemui saat itu juga. Bagaimana aku harus melakukan building raport yang baik agar narasumberku mau menjawab setiap pertanyaan yang kuajukan. Dan bagaimana probing yang harus kulakukan ketika narasumber menjawab setiap pertanyaan dan lebih kugali informasi darinya. Tapi yang harus kusyukuri aku sudah mewawancarai tiga narasumber walau datanya belum kuolah sama sekali. 

Share this:

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments:

  1. Zadanallah ilman wa hirsha mbk..
    semoga lancar TAS nya :D

    ReplyDelete