#14 Malam Hujan



Malam ini aku mengutuki diri. Mengatai diri sendiri. Bodoh! Membuncahkan seluruh perasaan dan pikiran diri. 

Kenapa? Kenapa? Kenapa? Berbagai pertanyaan kembali mengusik pikiranku, menyesakkan perasaan. Berbagai pertanyaan yang menggoyahkan kebersyukuran. Berbagai pertanyaan retoris yang sebenarnya kuyakini jawabannya karena takdir. Beruntung malam ini hujan turun cukup deras. Suara bulir-bulir airnya cukup untuk menyembunyikan tangisku. Ditambah lagu Utarakan yang kuputar berulang kali dengan volume yang terdengar hingga ujung koridor.

Kenapa kamu? Tiba-tiba pertanyaan itu muncul dari sekian pertanyaan yang kusimpan rapat. Pertanyaan bersubjek kamu--entah siapa. Kenapa aku? Yang terus menunggu dan berharap, mengharapkan sesuatu yang kutahu memiliki peluang kecil untuk terwujud. Layaknya sepatu yang terus bersama tapi tidak bisa bersatu. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment