#4 Menerobos Hujan



Sama seperti kebanyakan orang, aku menyukai hujan. Entah mengapa. Aku suka suasana sejuk yang tercipta saat hujan turun. Aku suka suara rintik hujan, bulir-bulir air yang jatuh ke tanah. Hujan begitu menenangkan sekaligus terkadang menyeramkan. Satu hal yang tidak kusuka saat hujan turun. Terkadang mati lampu.

Lalu, bagaimana cara terbaikku menikmati hujan?

Sebenarnya tergantung aku sedang di mana. Kalau sedang di rumah atau kamar kos, cara terbaik untuk menikmati hujan adalah membaca buku sambil mendengarkan lagu-lagunya Banda Neira, Payung Teduh, atau Senar Senja. Begitu syahdu dan menenangkan. Namun, kalau sedang banyak tanggungan, aku akan menikmati hujan dengan menyelesaikan tanggunganku.

Beda kalau aku sedang di luar rumah. Kalau tidak ada acara lain, aku akan menunggu hujan reda. Namun, kalau sedang terburu-buru biasanya aku akan menerobos hujan. Dan, hal yang sering kulakukan ketika hujan turun adalah menerobos hujan. Karena aku jarang sekali membawa jas hujan. Sengaja. Sederhana saja karena aku tidak suka mengenakan jas hujan.

Aku lebih suka menikmati hujan tanpa mengenakan jas hujan. Dulu bahkan saat aku pulang Pramuka-an, saat hujan turun begitu deras, aku justru menerobosnya. Tidak seperti pengendara lain yang singgah ke suatu tempat yang kering lalu memakai jas hujan yang mereka bawa. Namun, sekarang sepertinya aku tidak boleh lagi menerobos hujan. Waktu itu aku pernah berjalan tanpa mengenakan payung dan entah mengapa asam lambungku naik, perutku terasa begitu perih ketika aku hujan-hujanan. Besoknya, saat kontrol, sang dokter mengatakan, "Oalah mba, lagi sakit kok malah hujan-hujanan." Aku hanya nyengir saat mendengarnya. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment