#29 Jalan, Lari, dan Renang

Sejujurnya aku tidak terlalu suka berolahraga. Namun, sejauh ini ada dua olahraga yang paling kusukai, yaitu lari dan renang. Sebab dua olahraga itu yang paling dapat kulakukan dibanding jenis olahraga lainnya. Dan setidaknya saat di SMP dan SMA dulu aku termasuk dalam 5 yang tercepat sampai di garis finish. 

Kegemaran berlari ini pun membuatku memilih letsrunning sebagai nama akun Tumblr-ku yang secara harfiah berarti 'ayo kita berlari'. Di samping itu, aku juga memiliki filosofi sendiri dengan kata itu. Let's running, bagiku bukan sekadar mengajak berlari dalam makna sesungguhnya, tetapi juga berlari untuk meraih impian. Meraih apa yang ingin diwujudkan. Dan ya, setidaknya suatu saat nanti--entah kapan--ada yang mengajak kita untuk 'berlari' bersama, mewujudkan impian bersama. 



Aku suka lari bukan hanya karena olahraga lari itu sendiri, tetapi karena aku suka RAN. Sebab dalam Bahasa Inggris cara membaca run (berlari) sama dengan membaca RAN. Selain itu, di album kedua (kalau tidak salah) yang bertajuk 'RAN for Your Life, kover album itu menggambarkan kalau mereka sedang berlari. 

Olahraga kedua yang kusuka yaitu renang. Kalau dibilang dapat berenang, tidak jago-jago amat karena masih sering berhenti di tengah jalan untuk mengambil napas. Namun, kalau dibilang tidak dapat berenang tidak juga karena saat berenang setidaknya gaya katakku cukup terlihat. Akan tetapi, untuk saat ini kedua olahraga itu sudah jarang sekali kulakukan karena kesibukanku yang merasa sok sibuk. Sebagai gantinya, kini aku menjadikan 'jalan' sebagai olahraga favoritku. Walau 'jalan' tidak serta-merta dianggap olahraga karena saat berjalan pasti aku sedang menggendong ransel atau menentang tas kecil. Olahraga jalan itu pun mulai sering kulakukan ketika aku sudah kuliah. 

Rute terpanjang yang pernah kutempuh dengan berjalan adalah dari Kosan-Stasiun Lempuyangan-Kosan. Dampak positif dari kebiasaan berjalan itu membuatku lebih aware terhadap sekitar. Terhadap apa yang kulihat di sepanjang jalan yang kulewati, yang mungkin terabaikan jika aku mengendarai motor. Dampak positif lainnya aku menjadi tidak begitu kelelahan saat naik gunung. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment