#3 Orang Kece Masa Kini



Tema writing challenge di hari ketiga ini adalah menurutku orang kece masa kini itu seperti apa? Agak sulit untuk menemukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan itu. Karena kenyataan tidak selalu sama dengan yang di-ideal-kan.

Nobody's perfect. That's the fact. Individual differences, that's another fact. 

Menurutku orang yang kece itu tetap dilihat dari agamanya. Entah di masa kini maupun masa lalu, terlebih di masa kini. Saat kesenangan begitu mudah didapat dan kenikmatan dunia terpajang di mana-mana. Untuk istiqomah dengan prinsipnya--tentu prinsip yang baik--pun terasa begitu sulit untuk dilakukan. Apalagi materi liqo kemarin siang cukup menamparku, menyindirku secara halus yang masih suka mengeluh dan mood tidak stabil saat kondisi tertentu. Bahwa orang yang bertakwa adalah yang hatinya tenteram, sekalipun dia sedang berada di kondisi yang mengesalkan. Beberapa orang yang kukenal membuatku kagum karena mereka selalu terlihat tenang dan istiqomah. 

Dan ya, menurutku orang yang kece adalah orang yang seperti itu. Namun, di zaman sekarang, sulit untuk mencari orang yang seperti itu. Banyak stressor yang menjadikan manusia lebih mengedepankan emosi yang negatif. Banyak distraktor juga yang menjadikan suatu prinsip menjadi goyah. Apalagi hati manusia memang gampang terbolak-balik. That's why menjaga hati itu begitu sulit. Kagum lah dengan orang-orang yang mampu menjaga hati mereka. 

Orang kece lainnya menurutku yang pandai bersyukur, sabar, dan tidak gampang mengeluh. Karena ketiga hal itu yang sulit untuk dilakukan, terlebih di masa kini. Stressor dan distraktor untuk membuat kita menjadi tidak bersyukur, tidak sabaran, dan gampang mengeluh itu banyak sekali. Selain itu, orang kece menurutku yang terus meningkatkan imannya dan terus memperbaiki dirinya. Dan sekali lagi, ini sulit untuk dilakukan. Terlebih di masa kini. 

Once again, nobody's perfect. Namun, bukan berarti kita tidak bisa menjadi "orang kece" seperti itu. Kita bisa. Kalau kita mau berusaha. Agama dan iman adalah yang utama karena itu yang menjadi bekal kita nanti di akhirat. Sekuat-kuatnya manusia, pada dasarnya manusia adalah makhluk yang tidak berdaya. Tinggal menunggu waktu ketidakberdayaan kita muncul. Meruntuhkan segala hal yang pernah kita agungkan, kita sombongkan. 

"Kita semua yakin dengan datangnya maut, namun kita tidak mempersiapkan diri. Kita semua yakin akan surga namun kita tidak beramal untuknya, dan kita semua yakin akan adanya neraka namun kita tidak merasa takut padanya. Maka atas dasar apa kita bersuka ria?"-Hamid al-Qushairi. 

Saat semua orang meninggalkanmu, saat semua orang tidak mau menolongmu, percayalah bahwa Allah tidak akan meninggalkanmu dan akan selalu menolong. You are not alone, Allah is beside you. 

“Jika hamba-Ku mendekati-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatinya satu hasta. Dan jika dia mendekati-Ku satu hasta, Aku akan mendekatinya satu depa. Jika dia datang pada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari." -HR. Bukhari – Hadits Qudsi

Orang-orang kece masa kini adalah yang seperti itu. Dan aku kagum pada mereka. Dan aku masih berusaha menempa diri untuk seperti mereka.
 

Share this:

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 comments:

  1. Terima kasih, tulisanya bagus dan menginspirasi untuk menjadi orang kece yang sesungguhnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, terima kasih atas apresiasinya :D Alhamdulillah jika bisa menginspirasi untuk menjadi 'orang kece' yang sesungguhnya

      Delete