Membiasakan Membaca Buku Sedari Kecil




Hari ke #122

Sebenarnya cita-cita mereka bukan menjadi penulis ataupun orang yang bergelut di dunia kepenulisan. Hanya karena mampir ke stand @flpyogya , jadilah mereka berfoto dengan tulisan "Pejuang Pena", "Pejuang Literasi", "Calon Penulis Best Seller", dan "Thanks God I'm A Writer". Namun, sebuah apresiasi untuk mereka karena berkenan masuk ke stand kami. Berbaur dan membaca buku yang ada--yang rata-rata bukan buku bacaan anak-anak. Cukup lama mereka berada di stand kami. Melihat-lihat lantas mengambil satu buku untuk mereka baca--dengan takzim.

Melihat mereka membaca buku aku jadi teringat akan angka literasi negeri ini yang katanya terbilang rendah dibanding negara lain. That's why, saat ini banyak gerakan untuk membaca buku sedari kecil. Namun, menurutku gerakan tersebut akan terasa percuma jika hanya difasilitasi tempat untuk membaca, tetapi bacaan yang ada bukan untuk anak-anak. Atau difasilitasi tempat untuk membaca di ruang publik, tetapi di lingkungan keluarga sendiri tidak ada stimulus agar seorang anak gemar membaca. Padahal langkah awal untuk membuat anak gemar membaca adalah mengenalkannya dengan buku. Terlebih jika sang orang tua membacakan cerita dalam buku tersebut.

Sebab hingga saat ini, aku masih takjub dengan kebiasaan membaca anak Pak Bos yang setiap hari membaca buku yang berbeda. Dari buku yang tipis seperti buku karangan Roadl Dahl sampai buku yang tebal seperti Lord of the Rings. Dan ya, mungkin 95% buku yang dia baca setiap hari itu menggunakan bahasa Inggris. Salah satu hal yang membuatnya sedemikian suka membaca yaitu kebiasaan yang dilakukan kedua orang tua. Dari mulai memberikan buku bacaan yang kecil dan tipis ketika TK. Lalu sang orang tua membacakan cerita "yang lebih berat" dibanding bacaan yang dia baca ketika TK. Hingga akhirnya dia tumbuh dengan rasa suka yang besar terhadap buku dan dengan sendirinya mau membaca buku tanpa disuruh. Pun tanpa menunggu dibacakan lagi oleh kedua orang tuanya.

Dan ya, dibanding sedari kecil mengenalkan anak dengan gawai, lebih baik mengenalkan anak dengan buku. Karena buku dapat menstimulasi kemampuan inteligensi dan bahasa anak.

Share this:

0 comments:

Post a Comment