Melepas Kepergian Si Buku




Hari ke #133

"Orang-orang yang cinta buku memang dihadapkan pada ujian dalam perjalanan mencintai koleksinya..."-Yusuf Maulana (Nuun: Berjibaku Mencandu Buku)

Malam ini ada seorang kawan yang bercerita tentang temannya yang bertemu seseorang yang gemar sekali dengan buku--bahkan hingga 2000an buku. Namun, untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, Beliau harus menjual buku kesayangannya tersebut. Kata kawanku tersebut, kisah itu serupa dengan salah satu cerita dalam buku "Nuun: Berjibaku Mencandu Buku".

Mendengar cerita kawanku, aku jadi teringat akan kisahku sendiri yang serupa. Tentunya tidak seheroik kisah tersebut. Sekitar satu setengah tahun yang lalu, pernah juga menjual puluhan bukuku. Alasannya karena saat itu awal si lambung bermasalah. Jadi mengharuskanku setiap satu pekan sekali kontrol ke dokter untuk mengetahui permasalahan yang kualami. Jika ditanya bagaimana rasanya "melepas kepergian" buku-buku tersebut, tentu sangat sedih dan tidak rela melepaskannya. Namun, di sisi lain, harus rela melepaskan kepergiannya agar bisa berobat.

Melepas kepergian salah satu koleksi buku kita memang bukan hal yang mengenakkan. Dalam konteks lain misalnya, ketika ada teman yang tidak juga mengembalikan buku kita, pasti tidak akan rela juga jika buku tersebut tidak lagi kembali kepada kita. Seorang kawan yang lain pernah mengatakan bahwa suatu hal yang perlu diapresiasi jika ada orang yang memberikan salah satu koleksi bukunya--terlebih buku favoritnya--kepada kita. Sebab kata seorang kawan yang lainnya lagi, dia bisa melakukan hal irasional ketika kehilangan salah satu koleksi bukunya. Bahkan katanya, ulama zaman dahulu ada yang "hilang akal" ketika bukunya kebakar.

Kalau dipikir-pikir, melepaskan kepergian, dalam konteks (si)apapun bukanlah hal yang mudah. Bukan hanya saat kehilangan si buku, tetapi juga ketika kehilangan barang lainnya. Pun ketika orang yang kita sayangi pergi kita akan merasa sedih. Memang fitrahnya manusia begitu. Dan perkara mengikhlaskan "melepas kepergian" itu memang tidak mudah dan perlu sering dilatih.

Share this:

0 comments:

Post a Comment