(Seharusnya) Melakukan Apa yang Pernah Disampaikan



Hari ke #118
Salah satu hal terberat ketika berkarya untuk tujuan dakwah, untuk mengajak kepada kebaikan adalah mengimplementasikan apa yang kita tulis, apa yang kita bicarakan. Pun apa yang kita tuangkan ke dalam film. Sebab, menulis, berbicara, dan membuat film itu jauh lebih ringan dibanding melakukan apa yang telah kita sampaikan dalam karya tersebut. Lebih berat lagi ketika beristiqomah melakukannya.
Padahal, jika kita telah berkarya untuk tujuan dakwah, seharusnya kita menyadari bahwa tidak cukup sampai di situ. Kita harus melakukan apa yang kita sampaikan dalam karya yang dibuat. Pun karya tersebut bisa menjadi pengingat ketika diri sedang lalai atau imannya sedang turun. Contohnya mungkin ketika aku pernah menyampaikan kepada teman-teman @flpyogya angakatan 18 bahwa salah satu cara agar istiqomah menulis adalah segera menulis ide ke dalam catatan. Seharusnya, aku tidak hanya berbicara tentang itu, tetapi juga melakukan untuk "segera menulis ide ke dalam catatan". Namun, sebenarnya jika aku teringat tentang apa yang pernah kusampaikan, hal itu dapat menjadi pengingat untuk diri ini ketika lalai. Sebab, memang pada dasarnya ketika kita berdakwah kepada orang lain, kita sedang berdakwah untuk diri kita sendiri.

Share this:

0 comments:

Post a Comment