Pilih yang Mendekatkan Kita kepada Allah



Hari ke #98

Sabtu malam kemarin, tiba-tiba ponselku berdering. Ada satu pesan dari seorang kawan di kampus. Sebuah pesan yang seketika membuatku tidak percaya dan membuat bulu kudukku merinding. Setelahnya, aku tidak henti bersyukur. Meski kusadari bahwa itu bukanlah hasil akhir.

Teringat jelas percakapan dengan seorang kawan di WhatsApp usai tes kemarin. Dia menanyakan apakah aku yakin akan diterima? Saat itu kujawab bahwa aku memasrahkan hasilnya kepada-Nya karena aku merasa telah berusaha semaksimal mungkin. Dan rasanya sangat enak ketika memasrahkan segalanya kepada Sang Maha. Ketika hasilnya buruk--tidak sesuai yang diinginkan--tidak ada kekecewaan mendalam yang dirasakan. Pun ketika hasilnya baik, insyaaLlah akan dihindarkan dari kesombongan. Bahkan pengingat untuk merasa bersyukur dan tidak henti untuk berusaha lebih baik lagi.

Dari situ, aku jadi berpikir bahwa dalam banyak hal kita harus memasrahkan semuanya kepada-Nya, memasrahkan hasilnya kepada-Nya. Tidak terlalu ngoyo untuk mendapatkannya, tetapi tetap melakukan usaha semaksimal dan semampu yang kita bisa. Terlebih ketika kita memiliki keinginan yang besar. Bukan hanya memasrahkan hasilnya kepada-Nya, tetapi juga dilihat apakah keinginan-keinginan yang dituju mendekatkan kita kepada-Nya atau tidak. Kalau kata murabbiku, "Pilihlah yang mendekatkan kita kepada Allah." Mungkin pernyataan ini lebih tepat ketika kita memilih suatu pekerjaan atau memilih seorang pasangan.

Ketika memilih suatu pekerjaan, variabel yang kudu dipertimbangkan bukan hanya persoalan gaji, tetapi juga kebermanfaatannya untuk kita. Pun apakah pekerjaan tersebut membawa kita mendekat kepada-Nya, atau justru menjauhi-Nya. Akan terasa percuma jika gaji kita besar tetapi tidak ada keberkahan di dalamnya. Sebab sebanyak dan sebesar apapun gaji yang kita terima tidak akan kita bawa hingga ke liang lahat. Bahkan ketika yaumul hisab itu, kita akan ditanyai dari mana gaji itu didapat dan untuk apa saja gaji itu kita gunakan. Begitupun ketika memilih pasangan. Pilihlah pasangan karena baik agamanya, bukan karena rupa apalagi harta. Pilihlah pasangan yang dapat membimbing dan mendekatkan kita kepada-Nya. Sebab, pernikahan tidak hanya untuk tujuan dunia, tetapi untuk tujuan akhirat. Sebab, di surga nanti kita akan bersama orang yang kita cintai. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment