Cerita di IBF Jakarta


Hari ke #108

Bertemu banyak buku membuatku kalap ingin membeli semuanya. Untungnya aku masih dapat mengontrol diri untuk tidak menuruti hawa nafsu semata ketika melihat banyak buku di @islamicbookfair (IBF). Jadilah hari ini aku hanya mencari buku-buku yang dititipkan oleh teman-temanku. Dan ketika mencari buku-buku tersebut, keluar-masuk dari satu penerbit ke penerbit lain, dan akhirnya menemukan buku yang dicari, entah kenapa rasanya sangat senang. Serasa sedang menemukan buku untuk diri sendiri.


Bertemu dengan buku-buku hari ini membuatku kalap akan waktu. Saking asyiknya sampai lupa untuk makan siang. Ibu, bude, dan sepupu pun kelelahan menungguku yang tidak berhenti-henti mencari buku. Sampai-sampai mereka meminta bantuan bagian informasi untuk memanggil namaku melalui mikrofon agar aku segera keluar dari ruang pameran.

Bertandang ke IBF Jakarta memang terasa sangat berbeda dibanding yang di Jogja. Atmosfernya, jumlah penerbitnya, buku-buku yang dijual, ruangannya, terasa sangat berbeda. Rasanya akan mubah jika sekadar untuk melihat-lihat. Rasanya semua buku menarik perhatian para pengunjung untuk dibeli. Apalagi di hari pertama ini, IBF sudah sangat ramai. Banyak serombongan anak sekolah yang bertandang ke Jakarta Convention Center. Rasanya benar-benar sedang berwisata, wisata literasi.

Dan hal menyenangkan lainnya di hari ini yaitu dapat bertemu orang-orang yang kukenal. Seperti @shofyarts , @khanza_prilia , @psiria20 , dan @alrisyodiutama yang memang sudah janjian untuk bertemu. Lalu tidak sengaja bertemu Kiki @kiki.setiabudi . Bahkan bisa bertemu @sevmananda teman sefakultas yang tetiba men-chat-ku "Kamu di IBF? Namamu kepanggil di pusat informasi."





Share this:

0 comments:

Post a Comment