Be A Lifelong Learner




Hari ke #115

Seharusnya, belajar itu sepanjang hayat. Dari dalam buaian hingga nanti kita kembali kepada-Nya. Bukan karena sudah lulus kuliah, lantas enggan untuk belajar. Bukan karena sudah tidak mengeyam bangku pendidikan formal, lantas enggan untuk menuntut ilmu.

Seharusnya, belajar itu sepanjang hayat. Kegiatan terus-menerus yang selalu kita lakukan. Tidak harus mengenyam pendidikan formal baru kita mau untuk belajar. Apalagi untuk belajar tentang agama. Sebab belajar bisa di mana saja. Dari buku, kelas-kelas intensif online maupun offline, dan kajian keagamaan. Jadi, tidak ada alasan "sibuk bekerja" lantas kita enggan untuk belajar.

Seharusnya, belajar itu sepanjang hayat. Apalagi dalam sebuah hadits disebutkan bahwa menuntut ilmu termasuk jihad fi sabilillah. Setiap langkah yang kita jejak untuk sampai ke tempat belajar itu bernilai pahala. Bahkan memudahkan kita menuju surga. Terlebih jika setiap ilmu yang akan kita cari, yang akan dapat itu diniatkan untuk beribadah kepada-Nya.

Seharusnya, belajar itu sepanjang hayat. Tidak ada terlalu tua atau terlalu muda mulai menuntut ilmu. Apalagi bagi seorang ibu, madrasah pertama bagi anak-anaknya. Harus terus-menerus mau belajar, terus haus akan ilmu, terus meningkatkan kapasitas ilmu yang dimiliki. Sebab nantinya, ilmu-ilmu itu akan diajarkan kepada anak-anaknya.

Share this:

0 comments:

Post a Comment