Kartu ATM Terblokir



Hari ke #116

Hari ini, sewaktu ingin mengambil uang di ATM, tiba-tiba muncul "pin yang Anda masukkan salah" di layar mesin ATM. Aku coba berkali-kali mengetik 6 digit angka yang pernah kujadikan pin. Namun, tidak ada satu pun yang bisa. Akhirnya mencoba di beberapa ATM lainnya. Ternyata sama. Pun ketika melihat sebuah bank, aku mencoba untuk masuk. Sesampainya di sana, sang satpam mengatakan kalau perbaikan pin hanya bisa di cabang atau di tempat yang pertama kali membuka rekening. Karena aku tidak tahu cabang terdekat di jalan Kusumanegara, aku pun bergegas ke kampus.

Sesampainya di bank yang berada di FEB UGM itu, aku baru tahu kalau kartu ATM-ku terblokir. Namun, ketika ingin membuka blokirnya, tidak bisa langsung dilakukan saat itu juga. Sebab harus mengganti kartu dengan model baru yang ada chipnya. Pun harus membawa buku tabungan. Rasanya ingin mengeluh. Sebab harus kembali ke kantor, menempuh jarak kampus-kantor yang cukup jauh dan memakan waktu sekitar 30 menit.

Setelah berhasil menemukan buku tabunganku yang berada di tumpukan kardus, aku kembali ke bank. Kali ini aku memutuskan untuk mencari yang terdekat dengan kantor. CS di bank sebelumnya mengatakan kalau di Taman Pintar, sebelah kelenteng ada bank cabang. Namun, setelah mengitari Shopping Center-Pasar Bringharjo-Benteng Vredeburg-0 Km-Taman Pintar-dan kembali ke Shopping Center aku masih belum menemukannya. Akhirnya aku bertanya ke tukang becak yang ada di sekitar Shopping Center. Dan ternyata bank cabang tersebut berada di Jalan Brigjend. Katamso. Sesampainya di sana, aku baru menyadari bahwa aku bukan satu-satunya orang yang terblokir. Bahkan beberapa orang yang datang setelahku mengalami hal serupa. Pun sang satpam mengatakan kalau kemarin memang banyak yang kartu ATM-nya terblokir. Sebab belum menggunakan kartu ATM model terbaru yang ada chipnya. Sang satpam itu memberikanku selembar formulir dan kertas antrean. Nomor 288, padahal yang sekarang berada di CS nomor 165. Daripada menunggu terlalu, aku pun kembali ke kampus. Ternyata saat aku datang, tidak ada nasabah sehingga sang CS dapat segera memproses kartuku.

Setelah menempuh perjalanan panjang. Berpindah dari satu ATM ke ATM lain. Berpindah dari satu bank ke bank lainnya. Kartu ATM-ku pun jadi.

Share this:

0 comments:

Post a Comment