Kenangan Malioboro




Hari ke #101

Empat tahun lebih menjadikan Jogja sebagai domisili, rasanya tak pernah bosan menjadikan Malioboro sebagai destinasi favorit. Segala rasa, segala kenangan serasa tercipta di tempat ini. Aku dengan orang lain. Aku dengan diriku, perasaan-perasaanku, dan pikiran-pikiranku.

Malioboro hari ini terasa kian berubah. Wajah-wajah yang kian baru dibanding ketika lima tahun lalu aku pertama kali menginjaknya. Tiada lagi patung pohon yang menghiasi perempatan titik nol km. Tiada lagi ornamen-ornamen yang menggantikan patung pohon. 
Malioboro petang ini terasa syahdu yang kian dirasa kian terasa menyesakkan. Tersebab beberapa kenangan memaksaku kembali untuk mengingat. Kenangan-kenangan tak menyenangkan yang membuatku ingin mengutuk diri karena enggan lepas darinya.

Share this:

0 comments:

Post a Comment