#1 10 Hal yang Membahagiakanku





Setiap pergantian bulan, selalu ada harapan baru, semangat baru untuk menjalani kehidupan ini. Tentu saja berharap bulan baru ini jauh jauh lebih baik dari bulan sebelumnya. Dan saat beberapa hari yang lalu salah seorang senior share tentang 30 Day Writing Callenge, aku jadi tertarik untuk melakukannya.



Awal bulan baru ini, tantangan menulisnya adalah mendaftar 10 hal yang membuatku bahagia. Di Psikologi, banyak sekali jurnal atau skripsi yang membahas tentang tingkat kebahagiaan seseorang. Namun, bagiku, parameter bahagia itu masih terlalu abstrak. Perbedaan budaya pun memengaruhi parameter happiness seseorang. Misal, budaya Barat cenderung merasa bahagia saat dia mendapat achievement, apresiasi, dan hal-hal yang material. Sementara budaya Indonesia, bahagia tidak melulu soal materi, tetapi hal yang lain. Seperti sense of belonging. Akan tetapi, jika aku harus mendaftar 10 hal yang membuatku bahagia antara lain:

1. Menulis

Bagiku, menulis adalah sesuatu yang membahagiakan, terlebih saat emosi kita sangat tidak stabil. Menulis membuatku merasa lega sekaligus merasa bahagia.


2. Muter-muter Tidak Jelas


Kalau di "Teman Imaji" istilahnya JJGJ, jalan-jalan gak jelas. Hal yang paling sederhana yaitu naik motor, entah pergi ke mana atau sekedar mengitari Jogja. Menikmati udara segar sangat membuat dopaminku meningkat. Hal yang paling ekstrem yaitu self-trip, berbekal memiliki kenalan di kota tersebut untuk menginap, tanpa memiliki tujuan jelas hendak ke mana. Tentunya selain Purwokerto, ada tiga kota yang pernah kudatangi sendirian, yaitu Solo, Bandung, dan Depok. Parahnya lagi, aku tidak pernah meminta izin terlebih dahulu, baru mengabari ketika aku telah sampai di kota tersebut.


3. Naik Gunung


Merbabu menjadi gunung pertama yang kudaki. Berbekal kenekatan dan rasa penasaran, aku pun mengiyakan ajakan naik gunung bersama 11 temanku yang lain. Sementara Andong dan Semeru menjadi gunung selanjutnya yang kudaki. Ternyata kebiasaan sering jalan cukup jauh membuatku cukup kuat saat mendaki ketiga gunung tersebut. Merbabu, Andong, dan Semeru memiliki kesan tersendiri bagiku. Merbabu memiliki kesan paling ngena, karena gunung pertama yang kudaki. Perjalanan yang cukup melelahkan karena dari basecamp menuju Sabana 1 membutuhkan waktu hampir 8 jam. Namun, kelelahan tersebut seperti terbayar saat aku dapat menatap bintang yang hampir memenuhi langit. Begitu indah dan menyenangkan, ditambah semilir angin yang berhembus. Dan di pagi harinya, kami kembali mendaki hingga Puncak Triangulasi walau pemandangan di bawah puncak tidak begitu terlihat akibat tertutupi kabut yang tebal dan dingin.

Lalu Andong, hanya dua jam kurang untuk sampai di puncaknya dan effort-nya tidak sebesar saat mendaki Merbabu. Hawanya pun lebih dingin namun pemandangannya begitu menakjubkan. Terutama saat menjelang pagi hari. Dan dari ketiga gunung tersebut, hanya Semeru yang tidak dapat kudaki hingga puncak karena keterbatasan waktu. Membuatku dan teman-teman hanya sampai Ranukumbolo. Pemandangannya pun tidak kalah bagus. Airnya dan lingkungannya masih bersih. Dan dari ketiga gunung tersebut, Semeru pulalah yang memiliki aturan yang cukup ketat. Mulai dari prosedur sebelum mendaki hingga setelah mendaki. Namun, mendaki ketiga gunung tersebut membuatku semakin bersyukur kepada Allah, atas ciptaan-Nya yang luar biasa. Bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menikmatinya. Dan tentu, membuatku semakin yakin akan keagungan-Nya.

4. Membaca

Untuk menulis yang baik, aku perlu banyak membaca. Dan aku menyukainya. Aku senang saat membaca. Menambah kosakataku, memberi pelajaran banyak tentang kehidupan, dan membuka pikiranku.

5. Berinteraksi dengan Orang Lain

Walau aku introvert, aku tidak dapat memungkiri bahwa aku membutuhkan orang lain. Berbincang, berdiskusi dengan orang lain membuatku semakin memahami perspektif tiap orang dalam menghadapi suatu masalah. Selain itu, berinteraksi dengan orang lain membuatku merasa lega untuk menghadapai masalahku pribadi.

6. Melihat Orangtua Bahagia

Kalau urusan ini, wajib banget kita lakukan. Terutama sebagai anak, pasti suatu kewajiban yang tidak boleh menjadi beban untuk membahagiakan orangtua. Kuliah, kerja, atau melakukan apapun yang pada akhirnya ingin membuat orangtua kita bahagia. Dan melihat orangtua bahagia, pasti membuat diri kita pun merasa bahagia.

7. Berada di Suatu Masjid/Mushola

Ada rasa bahagia tersendiri saat melihat segerombolan anak muda atau banyak orang yang berada di masjid, entah untuk berdiskusi, liqo, tahsin atau sekadar membaca Alquran. Benar-benar memanfaatkan tempat ibadah untuk aktivitas yang positif. Meramaikan masjid. Selain itu, senang juga saat melihat anak-anak kecil yang sering dibawa ke masjid. Mereka (yang perempuan) terlihat begitu lucu saat mengenakan gamis plus kerudung instan.

8. Mendapat Apresiasi

Setiap orang pasti senang saat diapresiasi karyanya oleh orang lain. Itu tidak bisa dipungkiri. Dan tulisan resensi yang ku-post di blog pernah mendapat apresiasi dari sang penulis buku tersebut. Selain itu, apresiasi lainnya dalam bentuk respons positif di suatu grup. Dijawab dan ditanggapi.

9. Melihat Diri Sendiri Bahagia

Kata dosen, "Kebahagiaan ada di dalam diri kalian." Namun, untuk memunculkan tersebut pasti perlu stimulus, terutama yang positif. Karena agak tidak mungkin kita tetap merasa bahagia saat diri ini begitu desperate. 

Dan melihat diri sendiri bahagia itu memang membuat diri ini bahagia. Karena bahagia-tidaknya kita, sebenarnya kita juga yang menentukan. Terutama untuk akhir-akhir ini, tingkat dopaminku sepertinya menurun kalau ada stimulus dari orang lain.


10. Kebahagiaan Orang Lain

Kalau yang ini lebih ke konteks perasaan. Kata Ranger Biru, "Kebahagiaan itu ada dua, kita yang menerima kebahagiaan dari orang lain dan kita yang memberikan kebahagiaan untuk orang lain." Secara verbal, terdengar gampang. Namun, saat dilakukan memang sulit sekali. Terlebih saat hati kita sudah terlanjur pernah atau sedang memilihnya.


Dan aku sepertinya harus berkorban ingin memberikan kebahagiaan untukmu :")

Karena challenge pertama ini tentang kebahagiaan. Jadi, jangan lupa untuk bahagia. Agar stres-mu berkurang. Kalau yang ini proyeksi. 

***
Yogyakarta, 1 November 2016

Share this:

    Blogger Comment
    Facebook Comment

4 comments:

  1. Rias, aku pingin juga ih, nulis 10 hal yg membuatku bahagia, oiya kebahagiaan kita nomer 1 dan 2 sama lo btw hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwk, silakan mba, mumpung masih tanggal 2 :3 haha, 1 dan 2 memang menyenangkan :3

      Delete
  2. Skrg aku beralih ke wordpress di peniwiasih.wordpress.com

    ReplyDelete