#22 First 10 Songs

Sebenarnya ini tidak murni 10 lagu pertama yang terputar di media player laptopku. Ada yang ku-skip karena kurang begitu suka dengan lagunya. Jadi, 10 lagu yang terputar yaitu:

1. 1000 Tahun Lamanya-Tulus



Ini adalah lagu milik Jikustik yang di-cover ulang oleh Tulus dengan nuansa yang berbeda. Mendengar judul lagu ini pun pasti banyak orang yang akan mempertanyakan, "Kamu serius akan terus menunggunya, bahkan hingga 1000 tahun lamanya?" 

2. Let Her Go-Passenger



Dalam hal mencintai seseorang atau memiliki relationship dengan seseorang, pasti ada satu masa yang tidak berjalan mulus atau sesuai ekspektasi kita. Entah putus cinta atau unrequitted love. Kita harus merelakan orang tersebut untuk pergi, merelakannya dengan orang lain. Tentu saja itu bukanlah hal yang mudah. But, it's possible, just need time to heal that. So, now, I want to talk my heart, "please let him go from my heart". He has a new life, new "ruang sendiri". Don't let him ruin your day, your heart, and your life. 

3. Yang Terlupakan-Iwan Fals



Pernah mencoba melupakan seseorang, tetapi setiap kali kamu berjalan, pergi ke suatu tempat, tempat itu justru mengingatkanmu dengannnya? Pernah kumencoba tuk sembunyi, namun senyummu tetap mengikuti? Aku pernah dan mungkin sedang. Kata dosen, "Semakin kita melupakan seseorang, justru kita akan terus mengingatnya". Jadi, jangan berusaha untuk melupakan. Kalau memang merindukannya, chat saja, tapi jangan pernah berharap dia akan membalasnya. Just express your emotion, don't expect something. 

4. Someone Like You-Adele



Jika ada yang bertanya padaku, "Kalau kamu dikasih kesempatan kamu mau kembali lagi dengannya?." I say, "No!" If Adele said, "Nevermind, I'll find someone like you." Kebalikan, aku justru akan mengatakan, "I will never  find someone like you. I will find someone really better than you".  Kalau kata dosen, "Saat kamu sedang mencintai atau menyukai seseorang, pikiranmu hanya terpusat padanya. Jadi, tidak sadar kalau di sana, ada seseorang yang tulus mencintaimu."

5. Jakarta Ramai-Maudy Ayunda



Ini adalah salah satu lagunya Maudy Ayunda yang kusuka karena musik dan liriknya asik. Tentang ramainya Jakarta tapi banyak orang yang justru merasa kesepian dan tentang mimpi-mimpi yang kadang terlupakan. Apa kabar mimpi-mimpimu? Apa kau tinggal begitu saja? Apa kabar angan-anganmu, hari ini? Jakarta ramai, hatiku sepi, jangan kau tanya mengapa sedih.

6. Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti-Banda Neira




Dalam setiap lagunya, Banda Neira pasti memiliki suatu ciri musik yang khas dan liriknya yang sederhana tapi bermakna dalam. Membuat nuansa lagunya terdengar berbeda dan meneduhkan. Teman satu sub unitku bahkan sering memutar lagu ini berulang kali. Membuatku semakin menyukai lagu ini. Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang hancur lebur akan terobati. Yang sia-sia akan jadi makna. Yang terus berulang suatu saat henti. Yang pernah jatuh, kan berdiri lagi.

Semoga, ada yang menggantikan yang hilang, mengobati yang pernah hancur, yang akan bermakna untuk orang lain setelah tersia-siakan. Dan semoga perasaan ini yang terus berulang akan berhenti di waktu yang tepat. Entah kapan itu. 

7. Oemar Bakrie-Iwan Fals



Percaya atau tidak, dulu sebelum ayahku diangkat menjadi PNS, ayahku pernah masuk koran dan mendapat julukan "Oemar Bakrie". Aku lupa isi beritanya, tetapi intinya karena saat itu ayahku masih berstatus sebagai guru honorer dan berangkat kerja--termasuk ngelesin--dengan mengayuh sepeda. 

8. Kita Bisa-Tulus feat RAN



Ini duet yang keren. Lagunya apalagi. Tidak membuat galau, tapi justru sebaliknya membuat bersemangat dan berpikir positif. Kita bisa, rasakan bahagia, asalkan kita terus percaya. 

9. Kita Selamanya-Bondan and Fade 2 Black



Lagu ini selalu mengingatkanku akan masa putih abu-abuku. Saat kita seangkatan bernyanyi bersama sebelum take photo untuk buku tahunan. 

10. I Hate You, I Love You- GNash Feat Olivia O'Brien



Pernah mencintai sekaligus membenci seseorang dalam satu waktu? Aku pernah. Karena suatu hal dan mungkin sebuah keharusan agar aku dan dia lebih baik. Di psikologi, bahkan ada istilah ambivalensi, yaitu suatu keadaan psikologis yang bertentangan yang dirasakan dalam satu waktu. Seperti mencintai dan membenci sekaligus. 

I hate you, I love you. I hate that I want you. You want her, you need her. And I'll never be her. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment