#9 Kalimat yang Menginspirasiku



Beberapa bulan terakhir ini, di semester akhirku di kampus biru, ada banyak kejadian yang membuatku belajar tentang banyak hal. Aktivitas, cinta, dan kesehatan. Ketiga hal itu pun dapat dirangkum sebagai nikmat sekaligus ujian. Dan ada beberapa quote yang kusuka, yang menggambarkan ketiga hal tersebut.

  • "...bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu." (Q.S. Ali Imran ayat 200)
Penggalan ayat tersebut seperti menamparku. Menampar agar aku terus bersabar dan menguatkan kesabaran. Di tengah beberapa aktivitas yang sedang kujalani dan amanah yang kudapat ternyata Allah memberiku ujian berupa sakit. Maag yang kuanggap biasa, walau terkadang nyeri sedikit, dengan makan pun dapat terobati. Namun, kali ini, si lambung memberontak, mencari perhatianku yang seringkali abai padanya. Asam lambungku naik. Mulai muncul keluhan-keluhan lain, satu per satu. Berobat ke sana-sini. Minum berbagai macam obat, bertablet-tablet, berkapsul-kapsul. Entah sudah berapa obat yang kuminum. Dan sakit ini membuatku lebih banyak belajar untuk bersabar dalam menghadapi hidup. Terlebih penyakit bukan yang sekali sakit, ditangani langsung sembuh. Namun, kontinyu, semacam kronis, karena sudah 2 bulan lebih.

  • "Hilang+ikhlas=kembali. Entah dalam bentuk yang sama, atau bahkan lebih baik."-Ephemera 
Novel ini begitu luar biasa menceritakan tentang kisah cinta dan patah hati. Tentang mengikhlaskan dan menerima, sesuatu hal yang sulit untuk kita lakukan. Terlebih saat kita mencintai seseorang. Untuk merelakan, menerima, dan mengikhlaskannya pergi memang sungguh berat. Namun, bagiku quote tersebut mengartikan bawa saat seseorang "menghilang" dalam hidup kita, dan kita sungguh ikhlas menerimanya, pasti dia akan kembali. Entah "dalam bentuk yang sama", yang berarti dia dapat kembali menjadi bagian kehidupan kita, being our partner live. Atau kembali "dalam bentuk yang lebih baik", yang kuartikan sebagai bahwa ada dia yang lain, yang baru, seseorang yang lebih baik yang kembali untuk mengganti dia yang lama. 

  • "Kebahagiaan itu ada dua, kita yang menerima kebahagiaan dari orang lain dan kita yang memberikan kebahagiaan untuk orang lain."-Ranger Biru (bukan nama sebenarnya)
Kata Ranger, kebahagiaan itu ada dua, yang kita dapatkan dari orang lain. Dan ada juga yang kita berikan untuk orang lain. Termasuk memberi kebahagiaan untuk orang yang kita sayang untuk bersama orang lain yang lebih baik dari kita.Walau memang berat. And I am trying to do that for you. 
  • "Tidak ada yang lebih menyedihkan selain menyusahkan dirimu sendiri."-Lia, teman dari SMA, anak Komunikasi UGM 2013
Quote itu menjadi kesimpulkan seluruh ceritaku saat itu, di tengah makan malam kami. Saat aku menceritakan seluruh kegiatan yang kuambil di semester ini yang ternyata memengaruhi lambungku. Hingga terkadang dia kesal sendiri denganku yang tidak tegas, tidak kepenakan sampai melakukan apa-apa sendiri, termasuk di organisasi/komunitas. 
  • "Little pain to relieve bigger pain."-Sume (bukan nama sebenarnya), teman dari SMA, anak Kedokteran UGM 2013
Mempunyai teman yang kuliah di kedokteran membuatku sering menanyakan banyak hal kepada dia. Terlebih saat aku mengalami sakit ini. Quote itu tiba-tiba dia katakan (via Line) saat aku mengatakan sakit setelah mengonsumsi Dulcolax yang dimasukkan ke dalam d*b*r. Karena memang beberapa saat setelahnya aku merasakan perih yang luar biasa.
  • "Karena terkadang yang ada di hidup kita hanya punya komitmen untuk masuk, tapi tidak untuk menetap."-Me
Ini kalimat yang kukatakan saat curhat panjang dengan manajerku di salah satu organisasi (?). Komitmen di sini kuartikan dalam dua konteks. Organisasi dan relationship. Untuk organisasi, di awal kita mendaftar kita begitu antusias untuk segera terlibat dalam organisasi tersebut. Namun, setelah masuk, entah karena faktor apa, komitmen itu mengendur, menurun, hingga akhirnya menguap. Dan ya, akhirnya menghilang. 

Sama halnya dengan relationship, komitmen itu perlu, sangat. Di teori Triangular Love-nya Stenberg pun mengatakan bahwa dalam hubungan romantis, komitmen menjadi salah satu faktor yang penting. Kalau salah satu pihak sudah tidak ada komitmen, untuk mempertahankan hubungan pun akan terasa sulit. Memperjuangkan sendiri suatu hubungan dengan orang yang tidak ingin diperjuangkan itu terasa begitu konyol. Dan ya, seperti yang seringkali dikatakan banyak orang, terkadang ada seseorang yang hanya mampir di hidup kita untuk memberi pelajaran, sekedar lewat, tidak untuk tinggal. Namun, pasti ada seseorang yang tidak sekedar itu, seseorang yang tinggal dalam hidup kita, tidak sekedar lewat. 

***
Kata hanyalah kata, begitu indah didengar, begitu enak dibaca. Namun, itu tidak akan bermakna apapun jika kita menjalankannya, bukan sekedar memaknai kata-kata itu. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment