Persaudaraan Ala Mariko dan Kuroko



Hari ke #66

Setiap ada Mariko, di situ ada Kuroko. Setiap ada Kuroko, di situ ada Mariko. Ke manapun Mariko berjalan, Kuroko selalu membelakanginya. Membuntutinya sembari mengeong manja. Pertanda ada maunya. Pemandangan itulah yang biasa kulihat setiap hari. Pemandangan yang menjadi hiburan tersendiri.

Dari cerita pemilik aslinya mengenai kronologis penemuan mereka, aku menyimpulkan kalau mereka kakak-beradik yang kehilangan sang induk. Skema yang terus kurekam sehingga ketika ada yang mengatakan mereka "sepasang kekasih", aku akan (sok) meluruskan dengan skema yang kumiliki. Melihat kebersamaan mereka membuatku berpikir bahwa mereka--dan para kucing lainnya mungkin--mempunyai cara tersendiri untuk saling mengekspresikan rasa sayang. Ya, tentunya sesuai kodrat mereka sebagai kucing. Mereka saling menjilati tubuh secara bergantian, sebagai cara mereka untuk membersihkan tubuh saudaranya. Mereka sering tidur bersebelahan dengan pose yang terkadang cenderung sama.

Hal yang lucu ketika ada kucing lain yang masuk ke kantor. Entah kucing yang ingin mendekati Mariko, atau yang bukan. Mereka terlihat saling melindungi. Pernah suatu ketika ada seekor kucing warna hitam putih berbadan lebih besar dibanding mereka datang ke kantor. Saat itu, dia bertemu dengan Kuroko. Selang berapa menit kemudian, mereka mengangkat tubuh, memberdirikan bulu. Sebuah pertanda bahwa akan ada "pertarungan" antar kucing. Sayangnya, Kuroko adalah kucing jago kandang. Semakin merasa ketakutan, semakin dia mundur ke belakang. Menjauhi pintu masuk kantor. Dan kucing hitam putih itu enggan masuk ke dalam kantor. Beberapa menit kemudian, Mariko menghampiri mereka. Mariko berjalan dengan santai, sangat berlagak berani. Dan ternyata memang sungguhan berani. Tidak terlihat ketakutan sedikit pun. Sebaliknya, ketika ada kucing pejantan yang "mengganggu" Mariko, Kuroko yang gantian menjadi tameng. Menjadi garda terdepan bagi Mariko. Sembari (seakan) berkata, "Hey, jangan ganggu kakakku! Rawr!"

Persaudaraan Mariko dan Kuroko selayaknya persaudaraannya manusia. Meski saling sayang, tetapi suatu waktu ada masa bertengkarnya. Hampir setiap waktu Mariko dan Kuroko "bertarung". Saling berkejaran, saling menggigit. Suasana kantor menjadi riuh ketika mereka sedang "bertarung". Selayaknya manusia, mereka pun sering mengalami siblings rivalry. Sangat terlihat ketika aku atau orang-orang kantor lainnya memberi makanan. Mereka terlihat berkompetisi untuk memakan makanan itu terlebih dahulu. Apalagi ketika makanan itu berupa tulang ayam atau ikan, dan jumlahnya terbatas. Meski Kuroko yang paling rakus, tetapi biasanya Mariko yang paling sigap mengambil terlebih dahulu. Lucunya, Mariko membawa makanan itu jauh dari jangkauan Kuroko.

Share this:

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments: