Makan yang Banyak



Hari ke #73

"Mbak, makan yang banyak," ujar Bu Bos setiap kali mendapati porsi makanku yang sedikit. Aku hanya terkekeh menanggapi ucapan Beliau sembari bergegas melipir ke arah kursi untuk menyantap makanan.

Jika menilik lagi ke belakang, porsi makanku setahun belakangan ini dengan tahun-tahun sebelumnya sangatlah berbeda. Meski durasi makanku masih sama-sama lama. Dulu porsi makanku cukup banyak. Bahkan orang-orang yang mengenalku sebelum akhir 2016 banyak yang mengatakan, "Rias ini kalau makan banyak tapi gak gemuk-gemuk." Namun, orang-orang yang bertemu denganku di tahun 2017 hingga detik ini, pasti akan memiliki anggapan yang berbeda. Pasti mengenalku yang "makannya dikit banget", "kalau makan suka gak abis dan nyisa banyak", "suka ngasih sisa makanannya". Dan ya, semenjak mengalami gastritis (kronis) di akhir 2016, perlahan nafsu makanku menurun. Pun semenjak itu hingga beberapa bulan yang lalu banyak sekali makanan dan minuman yang tidak boleh--atau dikurangi porsinya--kukonsumsi. Hal-hal lainnya yang dianjurkan dokter kala itu terkait pola makanku adalah tidak boleh langsung berjalan atau bergerak setelah makan dan tidak boleh makan berlebihan.

Dan beberapa bulan terakhir, aku menyadari bahwa lambungku jauh lebih baik dibanding di bulan-bulan awal dan tengah 2017. Beberapa makanan dan minuman yang dulu langsung menimbulkan reaksi jika kukonsumsi, sekarang tidak menimbulkan reaksi apapun. Meski satu dua jenis makanan dan minuman masih menimbulkan reaksi jika kukonsumsi--apalagi dalam jumlah banyak. Seperti kopi dan lada. Namun, yang masih menimbulkan reaksi secara langsung yaitu ketika makan dalam jumlah banyak. Biasanya lambung akan mengisyaratkan perasaan begah dan enek. Dan yang terparah membuat dada sebelah kiri terasa sesak.

Dari kejadian itu aku jadi ingat sebuah hadits kalau manusia tidak boleh makan secara berlebihan. Pun perut sebaiknya hanya diisi 1/3 makanan, sementara 2/3 lainnya diisi minuman dan udara. Hal yang berlebihan memang tidak baik untuk dilakukan. Apalagi berlebihan dalam makan yang seringkali menimbulkan kemalasan untuk melakukan apapun termasuk ibadah, serta tidak baik untuk kesehatan. Seperti menyebabkan gangguan pencernaan karena lambung tidak dapat mencerna dengan baik akibat makanan yang masuk terlalu berlebihan. Jadi, makanlah secukupnya, sesuai kebutuhan, jangan berlebihan. Pun jangan membeli makanan karena keinginan semata. Belilah makanan karena butuh makanan tersebut, bukan karena ingin makanan tersebut.  Apalagi kalau lambung tidak kuat untuk menampung seluruh makanan yang dibeli.

Share this:

0 comments:

Post a Comment