(Belajar) Memaafkan Diri Sendiri



Hari ke #84

Memang benar apa kata orang kalau belajar itu tidak harus di bangku sekolah atau kuliah. Belajar itu di mana saja, kapan saja. Longlife learner, jadilah pembelajar sepanjang hayat. Pun belajar tidak melulu tentang materi kuliah, tetapi juga belajar tentang kehidupan.

Setelah tahun lalu aku "dipaksa" untuk belajar lebih banyak tentang penerimaan diri. Kali ini PR-ku bukan hanya itu, tetapi juga belajar tentang memaafkan diri. Seperti penerimaan, hal tersulit dalam memaafkan adalah memaafkan diri sendiri. Dan bagi seseorang yang sering menyalahkan diri sendiri--seperti diriku--, memaafkan diri adalah hal yang sulit.

Sulit untuk berhenti menyalahkan diri sendiri atas segala kesalahan yang (sengaja atau tidak sengaja) diperbuat. Sulit untuk berhenti berpikir bahwa diri sendiri adalah orang yang paling salah dan patut dipersalahkan. Padahal ketika merasa berbuat salah, seharusnya diri sendiri menyadari kesalahan tersebut dan bergegas memaafkannya. Bukan justru membawanya ke alam bawah sadar yang bisa meledak sewaktu-waktu karena terlalu sering direpresi.

Ketika sedang begitu aku merasa itu merupakan pertanda ada yang salah dengan hatiku. Sekaligus isyarat dari-Nya untuk beristighfar dan terus memperbanyaknya. Dan selanjutnya berusahalah untuk memaafkan diri sendiri. Mengutip dari perkataan Ustadz Salim A. Fillah, "memaafkan itu bukan karena kita (menyadari) berbuat salah, tetapi agar hati menjadi tenang.

Share this:

0 comments:

Post a Comment