Memulai Hari dengan Membaca Alquran



Hari ke #64

Di suatu malam, aku dan seorang teman tengah membicarakan kebiasaan membaca teman kami. Sebuah pembicaraan yang pada akhirnya membuatku tertohok malu. Sekaligus mengingatkanku untuk lebih mengutamakan membaca buku yang membuatku lebih mengenal Allah, nabi, dan kota-kota bersejarah Islam. Seperti tafsir, sirah, dan lainnya.

Aku jadi teringat perkataan seorang kakak angkatan ketika aku sedang berjaga di Baitul Hikmah. "Yas, kalau kamu di sini terus, bisa tuh ngabisin buku-buku tafsir itu." Sayangnya, dari hari itu hingga sekarang, buku-buku tafsir tersebut masih lebih sering kupandangangi, dibanding kubaca. Terlalu banyak alasan yang kubuat untuk sekadar membaca salah satu jilidnya. Padahal seharusnya buku tersebut menjadi peringkat atas buku yang diprioritaskan untuk dibaca. 

Kembali lagi ke pembicaraan tentang kebiasaan teman kami tersebut, ketika membaca sebuah buku selalu diselingi dengan membaca yang lain. Bacaan yang menurutnya harus dibaca setiap hari dibanding buku-buku lainnya, yaitu buku tafsir dan Alquran. Meski sebagian besar orang, ketika asyik membaca satu buah buku, bisa lupa waktu. Berjam-jam duduk untuk menghabiskan sebuah buku. Padahal kata teman kami, sebelum membaca buku, seharusnya kita lebih dulu untuk membaca Alquran. "Pengen baca banyak buku, tapi masa kitab suci sendiri gak dibaca dan gak dimengerti."

Dari pembicaraan itu, aku jadi kepikiran bahwa banyak orang yang menghabiskan sebuah buku dalam sekali duduk. Namun, sepertinya jarang sekali yang dapat membaca Alquran dalam satu kali duduk. Sekadar satu juz pun mungkin jarang. Padahal sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari dan mengajarkan Alquran. Pun ketika membacanya sebelum belajar, insyaaLlah akan menambah keberkahan ilmu yang akan kita pelajari.

Share this:

0 comments:

Post a Comment