Beyond Habit



Hari ke #69


Seorang kawan pernah bertanya, "Mba, pernah gak kamu nglakuin sesuatu melebihi kebiasaan yang sering mba lakukan?" Sejenak aku berpikir untuk kemudian menggeleng. Sepertinya tidak ada. Saat itu. Namun, jika ada yang menanyakannya kembali, mungkin aku akan menjawab, "berbicara di depan orang banyak". Ya, sebagai seseorang yang tidak pandai berbicara di depan orang lain, apalagi dengan jumlah yang banyak, itu bukanlah sesuatu yang mudah. Butuh persiapan yang matang. Bahkan sekalipun sudah dipersiapkan matang-matang, pasti ada sesuatu yang "kurang baik" di lapangannya.

Mengernyitkan dahi sembari berkata "kok aku?". Adalah ekspresi ketika namaku masuk ke dalam daftar pembicara Writing and Reading Class, dan akhirnya sungguhan diminta menjadi pembicara. Padahal banyak anak FLP Yogyakarta yang jauh lebih keren dan lebih dapat menginspirasi dibanding diri ini. Pun ketika tadi duduk di depan puluhan calon anggota FLP Yogyakarta dan bersanding dengan moderator dan dua pembicara lainnya rasanya sangat minder. Serasa diri ini tidak ada apa-apanya dibanding mereka. Dan yang paling membuat merinding ketika bertatap muka dan satu panggung dengan Mbak Nina. Di balik kekurangan yang Beliau miliki, ternyata semangat Beliau untuk menulis itu sangat besar. Memang benar apa yang dikatakan seseorang beberapa hari sebelum hari ini, "Yas, kalau kamu nanti satu panggung sama Mbak Nina, pasti kamu akan banyak terinspirasi dari Beliau."

Dibanding mengeluhkan penampilan diri ini yang begitu "buruk" ketika tadi pagi menjadi "pembicara", lebih baik aku mengapresiasi apa yang telah diri ini lakukan. "Terima kasih untuk kamu, diriku, yang telah berjuang keras melawan ketakutanmu sendiri. Mempersiapkan banyak hal untuk tampil di depan orang banyak, sesuatu yang jarang sekali kamu lakukan. Terima kasih untuk kamu, diriku, yang telah berusaha keras menyampaikan materi yang telah kamu persiapkan. Ya meski, penampilanmu tidak sebaik pembicara lainnya. Setidaknya kamu telah berusaha semampumu, itu yang terpenting. Jadikan hari ini sebagai pembelajaran di kemudian hari. Kutahu kamu, diriku, hanya perlu terbiasa dan belajar lebih banyak lagi. Jangan pantang menyerah."

Dan terima kasih untuk support system yang secara langsung dan tidak langsung mendukungku untuk melawan ketakutan ini.

Share this:

0 comments:

Post a Comment