(Jangan) Mengandalkan Orang Lain



Hari ke #61

Salah satu perkataan Bu Bos yang paling kuingat yaitu ketika Beliau mengatakan, "Mbak, kita itu gak bisa selalu ngandelin orang lain." Pun, kemarin Beliau tiba-tiba kembali menyeletuk mengenai hal tersebut.

Perkataan Beliau membuatku berefleksi ke dalam diri. Diri yang selalu meminta bantuan. Diri yang selalu merepotkan dan mengandalkan orang lain. Bahkan tanpa disadari muncul harapan semua orang yang kumintai bantuan akan menolongku. Namun, ternyata tidak semua orang dapat dimintai bantuan. Sejak itu hingga saat ini, aku menjadi takut ketika meminta bantuan orang lain. Takut terlalu berharap semua orang yang kumintai bantuan akan menolong. Sekaligus takut kecewa ketika orang lain tidak dapat menolong.

Perkataan Beliau kembali menyadarkanku untuk tidak selalu mengandalkan orang lain. Pikirku, satu-satunya orang yang dapat kita andalkan hanyalah diri kita sendiri. Dan tanpa disadari aku sudah menerapkan hal tersebut. Contoh yang paling kuingat ketika awal-awal aku terkena Gastritis Kronis dan Hiperlordosis. Beberapa kali aku masih meminta bantuan orang lain untuk sekadar menemaniku berobat. Meski, saat itu disertai takut akan penolakan. Apalagi memang jawaban yang diberi semua orang tidak selalu "ya, aku mau menolongmu." Dan ketika aku mulai diminta kontrol rutin, aku berniat untuk tidak akan lagi mengandalkan orang lain. Bahkan ketika di rumah sakit bertemu orang-orang yang kukenal dan sesama pasien, mereka bertanya, "kok sendirian ke rumah sakitnya?" Aku hanya tersenyum formalitas sembari berkata sarkas dalam hati, "Ya gimana ya, kalau emang gak ada yang mau nemenin gimana dong?" Namun, aku terharu ketika ada satu dua orang yang menawarkan diri untuk menemani kontrol meski tidak kumintai bantuan.

Terkadang aku berpikir kalau memiliki pemikiran untuk "tidak mengandalkan orang lain" serasa benar-benar tidak memerlukan bantuan orang lain. Ekstremnya, serasa sudah tidak membutuhkan orang lain di dalam hidup ini karena diri sendiri bisa diandalkan. Pikiran itu sekaligus kubantah sendiri bahwa semua orang tentu akan membutuhkan bantuan orang lain. Apalagi kodratnya manusia memang begitu, untuk saling tolong-menolong, terutama dalam hal kebaikan. Namun, dalam hal-hal tertentu, yang sekiranya memang dapat dikerjakan diri sendiri, ya lakukanlah sendiri. Daripada meminta bantuan orang lain tetapi yang didapat kekecewaan karena tidak ada yang membantu.

Share this:

0 comments:

Post a Comment