(Tidak) Beranjak


Hari ke #48
Senja menjadi pertanda usainya kegiatan hari kemarin. Lampu-lampu temaram terlihat berkerlip. Kicau burung terdengar berirama.
Keriuhan perlahan berubah menjadi keheningan. Mendadak terasa begitu sunyi. Mendadak terasa syahdu. Kesyahduan yang menyedihkan.
Satu per satu mulai beranjak. Satu per satu mulai bergegas. Bersiap menuju tujuannya. Sementara aku serasa terpaku di tempat yang sama. Meski langkah terus menjejak. Meski raga terus berpindah tempat. Namun, jiwa selalu mencecap hal yang sama. Namun, benak selalu berkutat pada hal yang sama.
Mendadak kesedihan kian menjalar. Mendadak tangis tak tahan untuk dibendung. Aku mulai kelabakan. Bergegas mencari tempat untuk bersimpuh, bersujud, dan menumpahkan segalanya kepada-Nya.

Share this:

0 comments:

Post a Comment