Berdialog dengan Diri



Hari ke #39
Sepertinya aku harus sering-sering berdialog denganmu–diriku. Sembari menikmati desir ombak, sejuknya air laut, dan indahnya senja. Atau menikmati mentari yang tengah beranjak dari peraduannya, gulungan awan yang berarak, dan angin yang menyapu wajah.
Kamu ingin pilih yang mana?
Ah, kutahu! Sepertinya kamu lebih memilih pantai dibanding gunung. Ya seberani-beraninya kamu bertualang sendirian, kamu tetap saja takut mendaki gunung sendirian. Kalau begitu, mari kita bercengkrama di tepi pantai. Sambil menikmati air kelapa atau ikan bakar mungkin?–ya kalau tidak mahal sih.
Apa kabar kamu–diriku? Terlalu intens berjumpa sampai-sampai lupa menanyakan kabar. Apa kabar sakit yang dulu? Sudah baikan? Atau masih rutin mengonsumsi obat? Apa kabar hatimu? Sudah tertata rapi? Ataukah masih berantakan dan berkutat pada satu orang yang bahkan tidak membalas perasaanmu?
Ups, sepertinya aku salah bicara. Wajahmu sudah terlihat kesal ingin memukulku. Baiklah, baiklah, baiklah. Sepertinya aku sudah tahu jawabannya yang tergambar jelas dari raut kesal sekaligus malu wajahmu.
Banyak sekali yang ingin kuutarakan kepadamu. Tentang sifatmu yang kian hari kian sensitif, mudah tersinggung. Suasana hatimu yang mudah sekali terbolak-balik oleh suatu stimulus, sekecil apapun. Pun sifatmu yang tanpa disadari meremehkan sesuatu tetapi membuatmu merasa minder.
Sering-seringlah bercermin. Sering-seringlah berefleksi. Sering-seringlah bersyukur. Dan sering-seringlah berdialog denganku. Supaya sifat-sifat “jelek”-mu berkurang. Supaya hatimu lebih tertata rapi dan tidak berantakan karena seseorang yang bertahun mengisi pikiranmu. Pun supaya kamu lebih menyadari bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Kamu pun begitu. Kalau kata Justin Timberlake di lagu True Colors, “So don’t be afraid to let them show your true colors.” 

Share this:

0 comments:

Post a Comment