Tentang Sebuah Loyalitas


Hari ke #42

Di sela-sela merekap berkas pendaftaran, tiba-tiba muncul sebuah pertanyaan, kenapa ya aku mau melakukan ini? Sebuah pertanyaan yang meningkat menjadi kenapa ya seseorang begitu loyal terhadap sesuatu? Padahal tidak ada benefit material yang langsung terasa.

Pertanyaan yang serupa pernah ditanyakan Ibu kepada Bapak dan adik yang begitu loyal terhadap Pramuka. Padahal Bapak sudah berusia setengah abad dan adik sudah tidak lagi duduk di bangku SMA. Sembari merekap, aku merenungkannya selama beberapa saat, aku menemukan jawabannya, yaitu kecintaan. Kecintaanku terhadap dunia kepenulisan, kecintaan Bapak dan adik terhadap Pramuka, dan kecintaan orang lain terhadap objek yang dicintainya, membuat kami "rela" melakukan sesuatu. Pun sama seperti kecintaan seorang lelaki terhadap perempuan yang dicintainya--dan sebaliknya--hingga membuatnya rela melakukan apapun, memperjuangkan segala hal untuk sang perempuan. Meski pada akhirnya yang didapat hanya kekecewaan karena cinta yang bertepuk sebelah tangan. 

Mengenai loyalitas ini, takaran yang dimiliki masing-masing orang berbeda. Meski satu organisasi atau satu komunitas atau satu kepanitaan, takaran loyalitas yang dimiliki tidak akan sama. Sebab loyalitas itu pun sedikit banyak bergantung pada prioritas yang dimiliki. Seperti si A yang memprioritaskan organisasi X, anggota-anggota organisasi tersebut tentu akan melihat loyalitasnya. Lain halnya dengan si B yang tidak memprioritaskan organisasi, mungkin banyak anggota yang meragukan "keloyalitasnya". Hal lainnya yang memengaruhi loyalitas seseorang yaitu bagaimana orang tersebut menjaga amanah. Jika orang tersebut begitu menjaga amanah yang diberikan, meski organisasi X tidak menjadi prioritas pertamanya tentu akan terlihat loyalitasnya. Namun, kembali lagi bahwa manusia itu beragam, individual differences, karakteristiknya beda-beda. Pun situasi serta kondisi yang dialaminya berbeda sehingga memengaruhi loyalitasnya.

That's why jangan merasa paling loyal, paling berkorban untuk suatu organisasi, suatu komunitas, suatu kepanitiaan. Mungkin seringkali kita merasa diri ini begitu mengorbankan banyak hal dibanding orang lain. Padahal kita tidak tahu betapa kerasnya perjuangan dan pengorbanan orang lain terhadap organisasi atau komunitas atau kepanitiaan yang diikutinya. Namun, keloyalitasan terhadap apa yang kita cintai tersebut bukan hanya yang berbau dunia tetapi juga akhirat. Bukan hanya loyal terhadap organisasi tetapi juga loyal terhadap agama. Bukan hanya loyal memperjuangkan seseorang, tetapi juga loyal memperjuangkan agama. Pun bukan hanya loyal mengejar ilmu dunia, tetapi juga loyal untuk mencari ilmu agama. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment