Menanggung Risiko



Hari ke #53

Melewati jalan ini, macet. Mengambil jalan itu, pun sama macetnya. Begitulah suasana hampir seluruh jalanan di Jogja ketika jam empat sore hingga menjelang maghrib. Seakan-akan semua orang serempak keluar kantor jam empat sore. Seakan-akan semua orang serempak keluar rumah jam empat sore.

Padat dan macet, begitulah risiko yang harus ditanggung ketika keluar jam empat sore. Seperti halnya segala keputusan yang kita ambil di kehidupan ini. Memiliki risiko, yang tentunya tidak selalu mengenakan untuk kita. Namun, sebijak-bijaknya memilih, kita harus lebih bijak dan siap untuk menanggung risiko tersebut. Siap untuk ditolak, siap untuk kecewa, siap untuk sakit hati. Terlebih ketika kita memiliki ekspektasi atas keputusan-keputusan yang kita ambil.

Satu yang pasti, ketika sudah menentukan suatu keputusan, kita harus terus berusaha mewujudkan apa yang kita putuskan. Pum jangan lupa untuk membaca tasmih ketika menentukan keputusan. Dan berdoa setelahnya. Sembari yakin akan kehendak-Nya. Sembari yakin bahwa jika itu baik untuk kita, pasti Allah akan mendekatkannya untuk kita. Pun sebaliknya. Jadi, ketika kita mendapat hasil yang tidak inginkan, kita tidak akan terus larut dalam kesedihan dan kekecewaan.

Share this:

0 comments:

Post a Comment