Lihat Lebih Dekat



Hari ke #55

Ketika menyikapi atau menghadapi sesuatu, terkadang kita hanya melihat dari sisi kita, pendapat kita saja. Hingga terkadang abai terhadap pendapat orang lain. Pun abai terhadap situasi dan kondisi yang dialami orang lain. Padahal ketika dihadapkan sesuatu--anggaplah masalah--tidak semua orang berada di situasi yang sama. Pun cara-cara yang dilakukan akan berbeda. 

Contohnya ketika menghadiri suatu rapat. Tentu ada yang datang tepat waktu--bahkan lebih awal dari waktu yang dijanjikan--tetapi ada juga yang datang terlambat. Sebagai yang datang tepat waktu, mungkin akan merasa kesal ketika ada yang datang terlambat. Menganggapnya tidak menghargai waktu, tidak menghargai orang lain, tidak disiplin, dan lain sebagainya. Padahal mungkin saja orang yang datang terlambat itu mengalami berbagai aral ketika sedang dalam perjalanan. Namun, bukan berarti orang yang datang terlambat mendalih sesuatu sehingga dapat membiasakan sebuah keterlambatan. 

Cobalah melihat segalanya secara lebih dekat. Agar kita tidak melihat dari satu sisi saja. Agar kita lebih menghargai orang lain, segala proses dan usahanya. Pun agar tidak mudah menggeneralisasi semua orang itu bersifat A, semua orang akan melakukan B ketika menghadapi situasi C. Sebab manusia memang beragam sifatnya, yang berlainan antara satu orang dengan orang lainnya. Namun, bukan berarti hal tersebut menjadikan kita terus menerus "menoleransi" sebuah kebiasaan yang salah. Dan ya, seharusnya kita tahu mana hal-hal yang memang perlu "ditoleransi", mana hal-hal yang perlu ditegaskan.  

Share this:

0 comments:

Post a Comment