Sebuah Pertanda untuk (Lebih) Dewasa


Hari ke #47

Januari kemarin, ketika ingin minta rujukan ke GMC untuk kontrol rutin, lumayan kaget ketika kartu BPJS-ku tiba-tiba tidak dapat digunakan. Padahal, seingatku, ketika dulu memperpanjang masa aktif, sang petugas mengatakan kalau kartuku berlaku sampai usia 25 tahun. Nyatanya, belum genap 23 tahun, kartuku sudah tidak dapat digunakan. Pikirku, mungkin karena statusku sudah bukan lagi mahasiswa. Selain itu, dari kejadian itu sebenarnya menyadarkanku kembali bahwa usiaku sudah bukan lagi remaja, apalagi anak-anak. Sudah tidak pantas lagi untuk meminta uang, justru seharusnya memberi kepada orang tua. Hal yang paling terasa ketika kartu BPJS ku tidak lagi dapat digunakan. Sudah tidak dapat lagi menikmati tunjangan kesehatan dari gaji orang tua. Dan seolah menyiratkanku untuk benar-benar mandiri secara finansial.

Kehidupan pascalulus memang sangat jauh berbeda ketika sedang menyandang status "mahasiswa". Selain hilangnya status kemahasiswaannya, ada beberapa tunjangan yang tidak didapat dari orang tua. Salah satunya hilangnya tunjangan kesehatan yang kualami tersebut. Ya mau tidak mau, memang sudah seharusnya membiayai sendiri biaya hidup, termasuk biaya kesehatan. Hal lainnya yang kurasakan yaitu aku baru menyadari betapa sulitnya untuk memutuskan sesuatu hal. Ketika berada di semester akhir, sepertinya mudah saja membuat rencana-rencana dan target-target yang akan dicapai setelah lulus nanti. Nyatanya, rencana dan target yang dianggap mudah tersebut tidak benar-benar mudah untuk dilakukan. Banyak hal yang perlu dipikirkan dan dipertimbangkan secara matang, tidak asal mengambil keputusan.

Dan seminggu ini ada beberapa rencana dan target pascalulus yang ingin kuwujudkan. Ternyata, ketika memutuskan untuk bersegera mewujudkannya, memang perlu pertimbangan yang matang. Dari segi internal maupun eksternal. Dari niat sampai finansial. Hal itu menyadarkanku akan hal lainnya bahwa pascalulus, sudah seharusnya seseorang bersikap lebih dewasa. Lebih dewasa dalam menentukan, lebih dewasa dalam menerima segala keputusan yang telah Allah berikan kepada kita, hamba-Nya. Mengutip dari sebuah cerita pendek seorang calon anggota baru FLP Yogyakarta angkatan 18, Keputusan dari-Nya jauh lebih baik dari semua harapan-harapan yang kita tulis. Allah itu akan senantiasa melihat usaha dan niat tulus kita. Kalau kamu percaya sama Allah, kamu juga harus mempercayakan seluruh hidupmu pada-Nya. Dua buah kalimat yang menamparku sekaligus menjadi pengingat diri ini untuk yakin akan kehendak-Nya. Dan yang terpenting jangan lupa untuk berikhtiar dan berdoa, meminta kepada Sang Maha. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment