Berdakwah Bersama


Hari ke #49

Ketika berbincang atau mendengar cerita orang lain, serasa diingatkan kembali akan sesuatu hal. Tentang sesuatu yang mungkin sempat terlupa. Tentang sesuatu yang mungkin sering terabai. Seperti ketika mewawancarai para pendaftar anggota baru, banyak dari jawaban-jawaban mereka yang membuatku harus lebih banyak berkaca. 

Salah satu pernyataan yang paling mengena yaitu dalam dakwah, dalam melakukan kebaikan, itu harus bersama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri. Mendengar pernyataan pendaftar tersebut serasa diingatkan kembali bahwa dalam berdakwah--dalam menyeru kebaikan--itu membutuhkan bantuan orang lain. Harus bersama-sama ketika melakukan hal tersebut, tidak dapat seorang diri. Meskipun bisa, tetapi akan sulit rasanya ketika seseorang menyeru kebaikan hanya seorang diri. Sebab perkara "dakwah" itu sulit, baik dari segi pelaksanaannya maupun pertanggungjawabannya. Dan mengutip judul bukunya Ustadz Salim A. Fillah dan Ustadz Felix Siauw, jalan dakwah itu berliku.

Namun, dakwah akan terasa mudah ketika dilakukan bersama. Dilakukan bersama orang-orang yang bervisi dan misi yang sama. Dan yang terpenting, dilakukan bersama orang-orang yang ikhlas dan lillah ketika melakukannya. Sebab, banyak peluang-peluang amal dalam dakwah yang sayang sekali jika tidak ikhlas dan tidak lillah ketika melakukannya.

Apalagi, pada dasarnya, berdakwah bukan hanya menyeru kebaikan kepada orang lain, tetapi juga menyeru kebaikan untuk diri sendiri. Pengingat diri untuk melakukan kebaikan ini-itu, pun untuk tidak melakukan keburukan ini-itu. Sebab manusia seringkali khilaf, futur, imannya naik-turun, sehingga harus terus diingatkan dan dikuatkan. Dan bersyukurlah ketika berada di lingkungan yang selalu mengingatkan akan kebaikan, selalu mengingatkan ketika berbuat salah.

Share this:

0 comments:

Post a Comment