Tentang Kuroko (no Basket)


Hari ke #38
Aku ingin bercerita (kembali) tentang salah satu kucing yang tinggal di kantorku–yang sekarang menjadi penguasa kepik-kepik. Pemilik aslinya menamainya Kuroko, tapi terkadang kupanggil “Kuroko-kun” atau “Kuroko no Basket. Sebab setiap dengar namanya, teringat judul anime itu. Dan baru-baru ini aku tahu kalau nama "Kuroko” memang diambil dari anime “Kuroko no Basket”.
Di awal-awal kedatangan Kuroko menjadi penghuni kantor masih terlihat malu-malu. Takut-takut untuk bertemu denganku ataupun orang-orang lainnya. Namun, semakin ke sini mulai terlihat keaktifannya. Dan semakin gesit berlari dan memanjat. Terlebih ketika mendengar suara dan bau makanan. Entah sudah berapa sudut kantor yang dia kuasai, yang sekarang menjadi markasnya untuk tidur.
Dibanding Mariko–kucing satunya–, Kuroko masih terlihat kekanak-kanakan. Mungkin karena usianya lebih muda. Sebab Kuroko masih asyik bermain, enggan bepergian untuk mencari betina lainnya. Ya, mungkin memang belum saatnya dia merasakan hal seperti itu.
Dan sore tadi ada kejadian menggelikan yang dialami Kuroko. Seperti biasanya, ketika aku membuka pintu kantor, dia selalu ingin keluar. Dan sore tadi aku tidak menyadari kalau dia keluar. Ketika orang-orang kantor sudah pulang, aku bergegas mengunci pagar dan pintu. Beberapa menit kemudian terdengar suara ngeong. Dalam hati aku menggumam, “Pejantan mana lagi yang mendekati Mariko” sembari tidak mengindahkan suara itu. Makin lama suara ngeong itu semakin terdengar keras. Dan tiba-tiba saja, muncullah Kuroko dari balik sisi depan pintu. Suara ngeongnya melirih. Namun, ketika menatapku, wajahnya terlihat begitu memelas. Seolah ingin segera dibukakan pintu dan tidak sabar ke dapur untuk menyantap makanan kesukaan.

Share this:

0 comments:

Post a Comment