Jangan Meremehkan Sesuatu


Hari ke #10

Di hari kesepuluh aku berniat untuk menuliskan tentang warna kesukaanku, yaitu biru. Ternyata, setelah mengingat dan mencari "biru" di kolom search, aku baru menyadari kalau pernah menulis tentang kesukaanku terhadap warna biru. Tiba-tiba saja aku bingung akan menulis apalagi, dan pada akhirnya aku tertidur. Bangun-bangun, baru kusadari kalau tanggal telah berganti, which is satu hari di antara 365 hari aku tidak menulis dan tidak mengeposnya di blog. 

Jadi, anggaplah ini tulisan di tanggal 10.

Ketika aku me-refresh halaman blog yang telah terbuka sebelumnya, tiba-tiba muncul kutipan yang ada di gambar atas. Start writing, no matter what; the water does not flow until the faucet is turned on. Aku merasa tertohok, tersindir karena aku tidak menulis karena aku tidak mau menulis apa. Setelah kupikir-pikir lagi, mungkin aku terlalu "menggampangkan" aktivitas menulis itu. Seperti halnya kata seorang kawan yang pernah mengatakan kalau aku orang yang "menggampangkan sesuatu". Kala itu, aku sedikit kesal, tapi sekarang kusadari bahwa terkadang bahkan seringkali aku memang seperti itu. Apalagi di kejadian ketinggalan-menulis-di-tanggal-sepuluh ini. Ternyata, dalam hal apapun, istikamah memang susah.

Tiba-tiba aku teringat cerita pemandu ketika briefing sebelum mendaki Semeru. Dia bercerita tentang seorang bule yang hilang ketika mendaki. Ternyata bule itu tidak mengikuti aturan yang dibuat oleh pihak TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru). Seperti menyerahkan fotokopi identitas, surat kesehatan, dan tiket masuk. Bahkan sang bule memilih rute yang tidak disediakan oleh pihak TNBTS. Lebih lanjut dia bercerita kalau sang bule termasuk orang yang berpengalaman dalam mendaki, bahkan telah menaklukan Mount Everest (kalau aku tidak salah ingat) sehingga sang bule tidak mengindahkan aturan-aturan yang ada. "Jangan sombong karena telah mendaki gunung berkali-kali. Seberpengalaman apapun, jangan meremehkan gunung. Gunung tetaplah gunung yang tidak bisa ditebak kondisinya," kata dia mengingatkan kami.

Nasihat itu agaknya dapat diterapkan ke semua aspek kehidupan, bukan hanya dalam konteks mendaki gunung. Bahwa kita tidak boleh sombong, tidak boleh meremehkan atau menggampangkan sesuatu karena kita bisa dan terbiasa melakukannya. Teruslah merunduk dan tetap belajar, apapun itu.     

Share this:

0 comments:

Post a Comment