Rasanya Baru Kemarin


Hari ke #26
Rasa-rasanya baru kemarin aku mengenakan seragam putih-merahku. Mengisi keseharianku dengan bermain dan belajar, layaknya slogan Majalah Bobo. Mengisi waktu istirahat di sekolah dengan bermain lompat tali atau bermain “polisi-polisian” atau permainan berkelompok lainnya.
Rasa-rasanya baru kemarin aku menonton kartun di televisi, yang mewarnai hari Mingguku dari pagi hingga siang hari. Sampai-sampai dimarahi Ibu karena tidak kunjung beranjak menuju kamar mandi. Namun, Minggu sekarangku telah berganti warna. Jarang sekali yang menayangkan kartun di hari Minggu.
Rasa-rasanya baru kemarin aku dan dua saudaraku belajar di TPA yang sama. Dengan wajah yang masih polos nan lugu. Saat usia masih berdigit satu. Namun, ternyata usia kita sekarang sudah sama-sama berdigit dua. Pun telah mendapat gelar sarjana di tahun yang sama. Meski jalan yang kita ambil pasca lulus berbeda.
Seperti kebanyakan orang, terkadang aku ingin kembali ke masa-masa ini, masa kecilku. Saat dunia belum begitu “keras” dan masih terasa sangat indah. Saat konflik hanya sebatas berebut mainan yang bisa selesai dalam beberapa jam bahkan menit. Saat masih begitu polos, “tidak mengerti apa-apa”, dan belum banyak menumpuk dosa. Namun, realitanya semua itu terlalu indah untuk dikenang, terlalu sulit untuk dilupakan, dan terlampau tidak mungkin untuk diulang. Dan, ya yang bisa dilakukan hanya menjalani hari ini dengan sebaik mungkin untuk masa depan yang lebih baik.

Share this:

0 comments:

Post a Comment