Jalan Kesukaan: Yang Tidak Selalu Diabadikan dalam Lensa Kamera




Hari ke #3

Di Jogja ini, ada beberapa jalan yang kusuka. Jalan yang membuatku senang ketika melewatinya. Entah saat berjalan, mengendarai sepeda motor, maupun ketika di dalam Trans Jogja. Salah duanya yaitu flyover Lempuyangan dan flyover Janti.

Ketika melewati flyover Lempuyangan aku selalu menatap ke barat, ke arah Stasiun Lempuyangan. Melihat berbagai kereta--yang tengah bersiap untuk melaju atau yang baru tiba di stasiun--menggugah hasrat rinduku akan kampung halaman. Serasa ingin terjun ke arah stasiun dan bergegas mencari untukku pulang.

Sementara ketika melintasi flyover Janti, pemandangan yang kulihat berbeda. Rumah-rumah yang memadati pemukiman, gedung-gedung bertingkat, bukit-bukit menjulang yang terlihat dari kejauhan. Dan jika sedang beruntung, aku dapat melihat dengan jelas gagahnya Gunung Merapi. Aku bahkan menjerit dalam hati. Berbagai macam rasa pun teraduk. Rindu dan hasrat ingin mendaki berpadu satu ketika melihatnya.

Jika melintasinya dengan naik motor, rasanya ingin sejenak turun dan mengabadikan gagahnya Gunung Merapi dalam lensa kamera. Namun, itu tidak mungkin kulakukan. Bisa-bisa orang-orang mengklaksoniku. Lebih beruntung lagi ketika sedang di Trans Jogja, dapat dengan mudahnya menangkap keindahan Gunung Merapi. Namun, dari kejadian itu aku jadi berpikir bahwa tidak semua hal indah harus diabadikan dalam lensa kamera. Lebih baik cukup untuk kita nikmati keindahannya dengan inderawi.

Share this:

0 comments:

Post a Comment