Sebuah Konsistensi




Hari ke #17

Salah satu resolusi di tahun 2018 ini adalah menulis selama 365 hari. Apalagi @30haribercerita juga membuat tantangan menulis selama 30 hari di bulan Januari. Jadi, secara tidak langsung memacu semangat menulisku. Namun, di hari ke-10, 11, 16, dan hari ini, aku telat untuk menulis. Lebih tepatnya tidak tahu menulis apa jadi ketiduran di depan laptop.

Aku yang di awal menganggap gampang untuk konsisten menulis setiap hari ternyata kemakan omongan sendiri. Ternyata tidak semudah itu untuk menulis setiap hari. Untuk memulainya memang mudah, tetapi untuk konsisten itulah yang tersulit.

Mungkin sama halnya dengan hal-hal baik lainnya. Ketika kita memulai untuk melakukan sebuah kebaikan pasti akan terasa "mudah". Pun ketika masih di awal-awal kita masih bersemangat melakukannya. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika kita ingin konsisten untuk melakukannya, ternyata banyak kendala yang harus dihadapi. Entah kendala yang kita buat sendiri, maupun kendala yang memang terjadi secara alamiah.

Salah satu kunci menjaga konsistensi tersebut yaitu dengan mengingat kembali tujuan kita melakukan hal tersebut. Selama memang bertujuan baik, ya konsistenlah untuk melakukannya. Sebaliknya, kalau bertujuan buruk, sebaiknya ditinggalkan. Memang tidak segala hal dapat kita paksakan, tetapi aku sangat setuju dengan pernyataan "kebaikan harus dipaksakan". Sebab, kalau tidak begitu mungkin selamanya kita enggan untuk melakukan sebuah kebaikan.

Namun, yang aku percayai bahwa "tidak semua hal bisa dipaksakan", yaitu cinta dan/atau jodoh. Sekeras apapun usahamu memperjuangkan "seseorang", selama apapun kamu menunggu "seseorang", kalau memang bukan jodohnya, mau bagaimana lagi?

Share this:

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 comments:

  1. Saya banget itu, hehehe. Awalnya semangat 45, tengah sampai akhir malah bubar. Susah sekali untuk bisa konsisten.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, aku gak sendirian, wkwk. Memang susah, makanya perlu dilatih, hehe

      Delete