Sebuah Tulisan untuk yang Bertambah Angka Usia



Hari ke #333

Masih teringat jelas dalam ingatanku, ketika sekolah dasar dulu sering mengekori Bapak ketika study tour. Padahal aku tidak bersekolah di tempat Bapak mengajar saat itu. Namun, setiap kali sekolah Bapak mengadakan study tour, aku hampir selalu ikut. Meski kota yang dituju saat study tour selalu sama, Jogja, aku tidak pernah merasa bosan. Kalau Bapak tidak ikut study tour sekolahnya, mungkin aku enggan untuk ikut. Sebab, bisa dipastikan kalau aku akan merasa insecure.

Seiring bertambahnya umur, aku justru lebih dekat dengan Ibu. Mungkin karena Ibu yang lebih sering menemaniku. Namun, Bapak yang paling mendukungku ketika aku ingin berkuliah di perantauan. Dan sepertinya yang paling bahagia ketika aku wisuda.

Waktu berlalu cepat, selang beberapa bulan setelah wisuda, Mas datang ke rumah. Mengutarakan maksud tujuannya kepada Bapak. Dan selang dua bulan setelahnya, maksud dan tujuan tersebut pun berlabuh dalam pelampinan.

Masih hangat dalam ingatanku betapa berdebarnya jantung ini kala Mas mengucap akad di hadapan Bapak. Betapa terharunya hati ini ketika melihat Bapak menangis di pelaminan ketika menjabat kembarannya. Mungkin itu tanda curahan hati Bapak kepada sang kembaran. Dan setiap kali melihat video pernikahanku dengan Mas, rasa haru masih jelas terasa, raga ini masih terasa merinding.

Kini di usia Bapak yang kemarin angkanya bertambah satu, tanggung jawabku telah beralih ke Mas. Bukan lagi Bapak yang menjadi penanggung jawabku. Namun, itu tidak mengurangi rasa sayangku kepada Bapak, juga Ibu. Doa terbaikku untuk Bapak dan Ibu. Semoga Allah menjabahnya.

No comments:

Powered by Blogger.