Tentang Bapak

Wednesday, August 08, 2018

Hari ke #218

Dibanding Ibu, Bapak adalah sosok yang jarang kutulis. Namun, itu tidak mengurangi rasa sayangku ke Beliau. Apalagi--sepertinya--beberapa sifatku diturunkan dari Beliau, keras kepala, sedikit ngeyel, dan suka ikut organisasi. Di umur yang sudah setengah abad lebih dan di tengah aktivitas sebagai guru, Beliau masih aktif di organisasi yang diikuti.

Ketika aku ingin berkuliah di Jogja, Beliau yang paling mendukung--dibanding Ibu yang kurang mendukung karena khawatir akan putri sulungnya ini. Namun, kedekatanku dengan Bapak, tidak sedekat aku dengan Ibu. Aku dan Bapak jarang berbicara secara intim.

Ketika aku bercerita ingin menikah di usia 23 tahun, Bapak hanya mengingatkan soal penghasilan pasangan. Mungkin mengingat Beliau belasan tahun menjadi honorer. Pun ketika Mas pertama kali datang ke rumah hingga beberapa kali ke rumah menjelang hari pernikahan, Bapak tidak mengutarakan pendapat Beliau tentang Mas. Namun, kutahu kalau Bapak begitu menyetujui dan mendukung. Apalagi ketika tanggal sudah ditentukan, dengan sendirinya Bapak membuat semacam panduan rancangan acara. Mulai dari menyusun panitia, anggaran, hingga rundown acara. Bukan hanya itu, banyak hal teknis yang dirancang Bapak untuk menyukseskan acara pernikahan putri sulungnya, tanpa aku meminta terlebih dahulu. Aku jadi menyadari kalau Bapak adalah organisatoris yang andal. Mungkin karena terbiasa berorganisasi dan menyusun acara.

Ketika hari H tiba, untuk pertama kalinya aku melihat Bapak menangis. Entah sejak kapan air matanya dibendung. Tiba-tiba saja ketika berpelukan dengan kembarannya, Bapak menangis. Seusai acara, Bapak tidak mengatakan secara langsung kepadaku alasan Beliau menangis. Namun, ketika sedang berkumpul dengan kerabat, Bapak cerita penyebab Beliau menangis karena sedih merelakan putri sulungnya "pergi". Mengalihkan tanggung jawab ke lelaki lain yang baru Beliau kenal. Namun, Beliau sadar bahwa cepat atau lambat, masa-masa itu pun akan datang.

1 comment:

  1. Selalu speechless klo baca tulisan mba ias. Semangat mbaak

    ReplyDelete

Powered by Blogger.