Memaknai Rezeki Part 2

Thursday, August 09, 2018

Hari ke #220

Kalau dipikir-pikir dan dirasa-rasa, dua kejadian kemarin secara tidak langsung mengenai rezeki. Bahwa kalau rezeki "tidak akan ke mana-mana". Sebaliknya kalau tidak rezekinya, "akan ke mana-mana".

Kejadian pertama yaitu ketika aku iseng ikut flashsale 45 menit yang diadakan sebuah penerbit buku. Jam 10 tepat aku buka situsnya dan mulai memilih buku. Efek harga Rp 17 yang ditawarkan itu, yang tadinya tidak berkeinginan membeli menjadi sangat ingin membelinya. Meski beberapa kali sempat gagal karena situsnya susah diakses, tetapi itu jauh lebih mending dibanding saat hari belanja online nasional akhir tahun lalu di penerbit sebelah. Akhirnya aku mendapat empat buku yang kupesan dari delapan buku yang ditawarkan. Melihat informasi pembayaran yang dikirim ke email, aku tenang-tenang saja. Pasalnya batas pembayarannya tanggal 10 Agustus. Pikirku, "oh, masih lama." Dan aku berencana untuk transfer saat siang hari.

Saat itu, di suatu grup begitu ramai oleh para pejuang flashsale yang baru saja memesan buku. Pun beberapa ada yang harus menelan kekecewaan karena telat membuka situs tersebut. Grup itu pun akhirnya menjadi lapak buku karena ada satu judul buku yang diperebutkan beberapa orang. Syukurnya, aku memesan buku yang temanku cari tersebut hingga akhirnya aku menawarkan buku tersebut untuk dibeli temanku. Dia pun setuju, selang sejam setelahnya, dia mengirim sejumlah uang untuk patungan biaya pengiriman.

Entah memang belum rezekinya, selepas zuhur tiba-tiba ada pesan masuk ke emailku. Pesanan bukuku tiba-tiba dibatalkan karena ada kesalahan di sistem stoknya. Aku cukup kesal dan sedih ketika membacanya. Sekaligus iri ketika ada teman yang pesanannya tidak dibatalkan. Namun, salah satu hikmah yang kuambil dari kejadian pertama yaitu jangan sia-siakan kesempatan yang ada. Pun harus berpikir positif kalau kemarin memang bukan rezeki untuk mendapatkan buku, mungkin nanti, mungkin besok.

Kejadian kedua yaitu ketika ingin membeli sayuran karena stok di kulkas telah habis. Pertama, aku pergi ke tempat jualan sayuran di dekat Alfamart perempatan Rukeman. Setelah ke sana, ternyata warung sayurannya tutup. Itu kali kedua aku ke sana--di hari yang berbeda--dan masih tutup. Entah sudah tidak berjualan atau kebetulan sedang tutup. Akhirnya aku berjalan ke barat, menuju warung sayuran, tempat biasa aku dan Mas beli sayuran. Dan lagi-lagi aku harus menelan kekecewaan karena warungnya juga tutup. Karena tidak tahu lagi ke mana harus mencari sayuran, aku pun memutuskan untuk pulang.

Di tengah perjalanan menuju kontrakan, aku chat ke Mas soal dua warung sayuran yang tutup. Akhirnya Mas menawarkan diri untuk menemaniku belanja sayuran sepulang kerja. Setelah aku mengiyakan tawaran Mas tersebut, tidak berselang lama aku menemukan warung sayuran. Rasanya seperti menemukan permata yang hilang. Ternyata kalau sudah rezekinya, pasti tidak akan ke mana-mana. Jika bukan dari tempat A, mungkin dari tempat B, C, atau Z. Jika bukan hari ini, mungkin besok, atau besoknya lagi. Hal yang terpenting adalah usaha kita.

1 comment:

  1. BROKER TERPERCAYA
    TRADING ONLINE INDONESIA
    PILIHAN TRADER #1
    - Tanpa Komisi dan Bebas Biaya Admin.
    - Sistem Edukasi Professional
    - Trading di peralatan apa pun
    - Ada banyak alat analisis
    - Sistem penarikan yang mudah dan dipercaya
    - Transaksi Deposit dan Withdrawal TERCEPAT
    Yukk!!! Segera bergabung di Hashtag Option trading lebih mudah dan rasakan pengalaman trading yang light.
    Nikmati payout hingga 80% dan Bonus Depo pertama 10%** T&C Applied dengan minimal depo 50.000,- bebas biaya admin
    Proses deposit via transfer bank lokal yang cepat dan withdrawal dengan metode yang sama
    Anda juga dapat bonus Referral 1% dari profit investasi tanpa turnover......

    Kunjungi website kami di www.hashtagoption.com Rasakan pengalaman trading yang luar biasa!!!

    ReplyDelete

Powered by Blogger.