Perjalanan Pulang



Hari ke #230

Kepulangan kali ini adalah kepulangan pertamaku dengan menggunakan motor. Dulu, biasanya tidak pernah dibolehkan oleh Bapak dan Ibu. Sekalipun dibonceng adik. Mungkin karena motor yang ada di rumah tidak berkompeten untuk dibawa pergi jarak jauh.

Berbekal aplikasi maps, aku dan Mas kemarin pagi berangkat menuju Purwokerto. Rencana awal berangkat selepas subuh hanyalah rencananya. Nyatanya banyak yang harus dirapikan sebelum meninggalkan kontrakan. Pada akhirnya kami pergi ketika jalanan sudah ramai. Beradu dengan truk-truk besar dan bus-bus antar kota. Pun harus cermat mengamati maps karena beberapa jalan ada yang ditutup akibat pembangunan bandara.

Perjalanan kali ini terasa sekali lelahnya. Entah tidak terhitung berapa kali aku terkantuk dan tertidur, sampai-sampai ditegur oleh Mas. Apalagi ketika berada di Jalan Daendels yang panjangnya berbelas kilometer. Hanya jalan lurus yang kami lewati. Sepanjang perjalanan, cukup takjub dengan maps yang kami pakai. Meski sebelumnya terkadang aku keluhkan karena "menyesatkan". Sebab kali ini maps-nya begitu update akan jalan mana saja yang sedang ditutup. Seperti jalanan di Pantai Glagah dan Jalan Daendels.

Satu yang kusyukuri dari perjalanan yaitu aku masih dapat sering pulang meski telah menikah. Meski hanya satu dua hari di rumah. Padahal sebelum menikah, aku takut akan jarang pulang ke rumah.

No comments:

Powered by Blogger.