Seulas Senyum

Monday, January 13, 2020


Seulas senyum tersungging dari bibirnya membuat hari kian bermakna. Meski harus terbangun kala dini hari untuk menyusuinya. Meski harus menyisihkan banyak waktu untuknya yang sedang sangat berkembang dan bertumbuh.

Seulas senyum tersungging dari bibirnya membuat hariku ceria. Meski pagi terasa "stresful". Meski siang membuatku jarang tertidur. Meski sebagian hariku untuk menjaganya.

Seulas senyum tersungging dari bibirnya. Menyadarkanku untuk menurunkan ekspektasi yang membuatku hampir frustasi. Menyadarkanku untuk lebih mensyukuri perkembangan apa yang sedang kamu alami. Mensyukuri setiap suap yang masuk ke dalam mulutmu, meski seringkali makananmu tidak habis dalam satu sesi makan.

Seulas senyum tersungging dari bibirnya. Menyadarkanku bahwa kamu jugalah manusia yang sudah bisa merasakan berbagai emosi, lapar, kantuk, dan ketidaknyamanan. Maafkanku jika seringkali tanpa sadar memarahimu.

No comments:

Powered by Blogger.