Dari Umar, Aku Belajar: Pantang Menyerah

Saturday, January 04, 2020



Teringat sekali ketika di bulan pertama, Umar masih meringkuk dalam bedong. Tak berdaya untuk ke mana-mana. Sekarang, sudah beda lagi, dirinya sudah aktif bergerak ke sana-ke mari. Terasa sekali perkembangan motorik kasarnya itu. Setiap melihatnya, aku merasa bersyukur sekaligus belajar untuk pantang menyerah. Pantang menyerah untuk belajar miring kanan-kiri, tengkurap, berguling, duduk, merayap, merangkak, berdiri.

Meski awalnya Umar merasa aneh ketika pertama mencobanya. Meski harus menangis ketika melakukannya. Meski harus terjatuh dan terjedot. Namun, Umar pantang menyerah. Terus melakukannya hingga bisa dan lancar.

Ketika melihat Umar seperti itu, aku sungguh takjub bahwa bayi itu memiliki sifat pantang menyerah seperti itu. Terus mencoba meski sering gagal dan disertai tangisan. Namun, ketika sekali saja bisa melakukannya, dia terus mengulangnya hingga benar-benar lancar. Wajahnya jelas terpancar semringah ketika melakukannya.

Melihat Umar seperti itu, aku jadi berkaca pada diri yang seringkali menyerah pada keadaan. Menyerah, bahkan nyaris enggan mencobanya kembali. Padahal ternyata saat bayi aku seperti Umar, pantang menyerah untuk terus mencobanya hingga bisa. Bahkan pada hal yang orang dewasa dianggap "biasa". Seperti belajar tengkurap. Ternyata kita sebegitu tidak menyerahnya untuk mencoba.

No comments:

Powered by Blogger.