Penjambret

Seramai-ramainya Karangmalang, tadi adalah yang paling ramai. Bahkan perayaan ulang tahun negeri ini kalah ramai. Sewaktu aku tengah mencuci piring, tiba-tiba dari bawah terdengar suara motor begitu keras. Disusul oleh sebuah teriakan perempuan. Tadinya kupikir itu suara anak kecil, sampai suara perempuan tersebut terdengar jelas, berteriak “Jambret! Jambret! Jambret!” Sambil mengejar pengendara motor itu. 
Sontak semua penghuni Karangmalang keluar dari rumah. Bertanya-tanya ada apa. Penasaran sekali apa yang sedang terjadi. Lalu ber-oh setelah tahu ada perempuan yang ponselnya dijambret oleh pengendara motor. Mengiba. Menerka-nerka bagaimana kronologisnya. Kemudian saling bercakap dengan tetangga depan dan samping rumah. Membicarakan sang perempuan yang ponselnya dijambret. Masih penasaran sekali bagaimana kronologis sebenarnya. Sisa-sisa pembicaraan itu pun terus berlangsung asyik hingga adzan Isya pun berkumandang. Memutus keasyikan pembicaraan para penghuni Karangmalang. Serempak mereka kembali masuk ke dalam rumah. Namun, beberapa kembali keluar rumah, bergegas menuju suara adzan Isya itu dikumandangkan. Sementara aku kembali melanjutkan aktivitas mencuci piring. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment