#2 Tempat Makan Favorit di Perantauan

Semenjak merantau, banyak pelajaran kehidupan yang kudapat. Salah satunya yaitu mengelola uang bulanan. Ya, mau tidak mau harus memutar otak agar uang itu dapat digunakan dengan bijak untuk satu bulan. Dan salah satu cara yang kulakukan untuk menghemat uang adalah meminimalisasi makan di luar. Apalagi ada rice cooker yang setia menemani. Tinggal beli lauknya saja. Bahkan beberapa kali pernah, saking menghematnya dan kebetulan saat itu tidak ke mana-mana. Seharian cuma mengeluarkan uang Rp3.000. Itu pun hanya untuk membeli lauk yang dimakan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Dan kadang kalau ke luar pun lebih suka membawa bekal. Kecuali kalau memang ada acara atau rapat di tempat makan. Itu sangat tidak memungkinkan untuk membawa bekal sendiri. Namun, ada beberapa tempat makan yang paling sering kudatangi, antara lain:

1. Kandang Kuda 

Itu adalah nama kantin fakultasku. Unik memang namanya. Katanya dulu kantin fakultasku memiliki sebuah kandang kuda hingga tidak tahu bagaimana dan kapan kandang kuda itu berubah menjadi kantin. Dan sepertinya sekarang kantin fakultasku berubah nama menjadi Kantin Citra Humaniora. Kalau aku tidak salah ingat. Kantin fakultasku menyediakan beragam makanan, minuman, dan jajanan dengan harga yang terjangkau. Walaupun tempatnya agak kecil, tetapi tetap terasa nyaman saat makan di sini. Karena makanannya yang enak, tempatnya cukup bersih, dan penjualnya yang ramah. Bahkan beberapa temanku yang bukan mahasiswa Psikologi sering makan di kantin fakultasku. Makanan yang sering kupesan di kantin ini yaitu nasi rames, lotek, gado-gado, dan nasi rawon.

2. Kantin Fisipol

Kantin fakultas tetangga ini lumayan sering kudatangi. Terutama karena tempat ini menjadi tempat janjianku dengan teman SMA yang menjadi mahasiswa Fisipol. Dibanding kantin fakultasku, makanan yang tersedia di kantin ini lebih banyak jenisnya. Salah satu yang tidak ada di fakultasku adalah ayam gepreknya. Beberapa kali ke tempat ini selalu ramai, apalagi saat jam makan siang. Saking ramainya kadang sulit untuk menemukan orang di tempat ini. Di samping kantin ini juga ada sebuah kafe yang menyediakan makanan dan minuman yang harganya jauh lebih mahal. 

3. Foodcourt UGM 

Dibanding dua kantin tadi, tempat ini jauh lebih luas dan lebih beragam menu yang ditawarkan. Mulai dari makanan indonesia seperti bakwan kawi hingga makanan jepang seperti yakiniku. Tempatnya yang luas membuat tempat ini menjadi favorit bagi para mahasiswa untuk rapat atau sekadar nongkrong. Apalagi tempat ini buka setiap hari dan hingga malam hari. Harga makanan dan minuman di tempat ini juga cukup terjangkau bagi kantung mahasiswa. 

4. Pusat Jajanan Lembah (Pujale)

Tempat ini tidak sesesak kantin fakultas, tapi tempat ini juga tidak kalah ramai dengan kantin fakultas. Apalagi letaknya yang dekat dengan tempat parkir para mahasiswa Sosio-Humaniora. Makanan yang disediakan sebenarnya hampir sejenis dengan yang ada di fakultas. Seperti lotek, ayam geprek, dan siomay. Namun, kelebihan dari tempat ini yaitu jenis es yang lebih banyak dan beragam, seperti es oyen. 

5. Bonbin

Ini kantin yang cukup kontroversial karena rencana pemindahannya dari fakultas sebelah ke Pujale. Banyak mahasiswa, terutama mahasiswa Soshum yang tidak terima dengan pemindahan kantin favorit para mahasiswa Soshum ini. Namun, setelah dipindah, tempat ini tetap ramai seperti dulu. Menu favoritku di tempat ini yaitu salad buah dan es buahnya. Apalagi diminum atau dimakan saat siang hari. 

6. Spesial Sambal (SS)

Di SS cabang manapun sepertinya selalu ramai. Tidak heran sih karena menu makanan di tempat ini banyak, apalagi sambalnya. Pun harganya yang terjangkau dan bisa nambah nasi secara gratis. Sekarang kalau ke tempat ini cuma bisa gigit jari karena tidak bisa memesan sambal lagi. 

7. Prasojo dan Lamongan 

Kedua tempat makan lesehan ini menjadi favorit bagi makan anak kosan. Sebenarnya menu di kedua tempat tersebut sama. Namun, kelebihannya Lamongan yaitu kita akan diberi pecel secara cuma-cuma jika makan di tempat. Sementara kelebihannya Prasojo adalah sambalnya yang beragam jenis dan kalau makan di tempat boleh mengambil sebanyak apapun. 

8. Papiti

Sumber: http://jogjamediapromo.com/wp-content/uploads/2016/03/rm-papito-yk.png

Saat semester awal tidak sengaja menemukan tempat ini bersama temanku ketika kami mencari tempat les Bahasa Inggris. Kebetulan saat itu kami sedang berpuasa dan tempat les yang kami cari tidak kunjung ketemu akhirnya kami mampir di tempat ini. Makanan andalan tempat ini yaitu nasi goreng keju. Cukup unik karena jarang dijumpai nasi goreng yang dipadukan dengan keju. Pertama kali mencobanya, rasa nasi goreng kejunya ternyata sangat enak. Dan selanjutnya tempat ini menjadi salah satu tempat makan favoritku dan teman-temanku. 

Share this:

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 comments:

  1. biasanay anak kost ya cari kantin yang murah meriah tapi temoatnya juga kece

    ReplyDelete