Metamorfosis



Time flies and people change. Be better or worse.

Layaknya ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, setiap manusia pasti pernah mengalami metamorfosisnya masing-masing. Bertahap dari telur, ulat, kepompong, hingga akhirnya menjadi kupu-kupu yang cantik dan siap terbang ke manapun dia suka. Sekecil apapun, disadari atau tidak, setiap manusia pernah mengalami perubahan. 

Perubahan, terkadang begitu mengejutkan bagi setiap orang. Why people change? Seringkali kita bertanya-tanya sendiri ketika teman, saudara, atau orang yang kita kenal berubah. Entah menjadi lebih baik dari sebelumnya, ataupun sebaliknya. Kok sekarang dia begini ya? Kok sekarang dia begitu ya? Kok dia beda banget sama yang dulu? Gak nyangka sekarang dia kayak gini. Aku pun sering bertanya-tanya dalam hati ketika melihat orang yang kukenal berubah. Sebaliknya, mungkin ada yang menatap heran ketika melihatku yang sekarang yang agak berbeda dengan aku yang dulu semasa SMP/SMA. 

Why people change? Setiap orang pasti memiliki alasannya masing-masing saat melakukan suatu perubahan. Entah murni karena dirinya sendiri atau karena orang lain. Jika ditilik lagi dari teori ekologinya Bronfenbrenner, suatu individu tidak hanya dibentuk oleh satu faktor. Tidak hanya dari keluarga, melainkan faktor lainnya seperti teman sebaya. Dan ya, sedikit banyak, lingkungan pertemanan yang kita pilih dapat 'membentuk' kita, dapat membuat kita berubah. Be better or worse. Beruntunglah jika kamu berada di lingkungan pertemanan yang menjadikanmu orang yang lebih baik dari sebelumnya. 

"Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung." (HR. Bukhari). 

Sejatinya, perubahan itu perlu, terlebih berubah untuk menjadi orang yang lebih baik. Seperti hadits tersebut, jika hari ini kita lebih dari hari kemarin, kita termasuk orang yang beruntung. Sebaliknya, jika hari ini kita sama dengan hari kemarin, maka kita termasuk orang yang merugi. Dan ya, waktu serta langkah yang diperlukan  seseorang berbeda-beda. Ada yang berubah bertahap, selangkah demi selangkah. Ada yang berubah drastis. Ada yang memerlukan waktu lama untuk berubah. Ada yang memerlukan waktu singkat untuk berubah. Pun ada yang perubahannya terasa mulus, sebaliknya ada yang mengalami berbagai rintangan untuk berubah. Apapun itu, seberapapun berat rintangan yang harus kita hadapi, jangan menyerah untuk berubah menjadi lebih baik. Keep hamasah wa istiqomah. Semangat perbaikan!

Share this:

0 comments:

Post a Comment