#7 What is Love?



What is love? Beberapa kali aku mempertanyakan cinta. Beberapa kali juga aku tergelitik oleh pertanyaanku sendiri. Ah, cinta! Rasa-rasanya aku merasa masih begitu naif. Begitu lugu untuk memaknainya. Padahal aku pernah (dan mungkin sedang) merasakannya. 

What is love? Aku kembali bertanya, entah bertanya kepada siapa. Entah siapa pula yang akan menjawabnya. Mungkin aku bertanya pada diriku sendiri. Mungkin pula aku sendiri yang akan menjawabnya. 

What is love? Kalau kata Stenberg, ada tiga komponen cinta, yaitu passion, intimacy, dan komitmen. Ketiga komponen yang saling melengkapi. Walau pada akhirnya, komitmenlah yang menguatkan suatu 'hubungan'.

What is love? Terkadang aku berandai memiliki pasangan yang seperti ini atau seperti itu. Agar seperti ini agar seperti. Namun, semakin ke sini, aku sadar bahwa cinta tidak sekadar menerima (take), tetapi juga memberi (give). Love is give and take.

What is love? Di usia 20-an seperti ini rasanya begitu wajar saat orang-orang membicarakan cinta. Sebab cinta adalah sebuah fitrah kan? Hanya, terkadang manusia yang salah mengartikan cinta, yang salah memanifestasikan cinta dalam sesuatu yang tidak diperbolehkan. 

What is love? Kamu tahu, bagiku menjaga perasaan, menjaga hati itu hal yang paling sulit untuk dilakukan. Bagaimana kita tetap 'di jalan yang lurus' sementara hati kita mudah goyah. Mudah terdistraksi, mudah rapuh. Karena cinta, 'prinsip' yang sedang kita bangun, runtuh seketika. Karena cinta, kita terlihat baik di luar, tapi entah dalam diri kita bagaimana. 

What is love? Terkadang aku berharap tidak pernah bertemu dengan dia-yang-tidak-boleh-disebut-namanya, tidak pernah mengenalnya. Tapi takdir ternyata mempertemukan kita. Sekaligus takdir juga yang memisahkan kita. Dan memang benar kata Steve Maraboli bahwa "...memang terkadang beberapa hanya menjadi bagian dari sejarah kehidupanmu, bukan bagian dari takdirmu". Walau kita pernah merangkai mimpi bersama. Walau kita pernah bersama-sama mewujudkan impian masing-masing. Namun, kalau tidak ditakdirkan bersama, mau bagaimana lagi? 

What is love? Dikutip dari novel Teman Imaji, "Setiap manusia dilahirkan dengan sepasang gembok kunci. Gembok adalah hatinya dan kunci adalah cintanya. Gembok kita akan dibuka oleh kunci orang lain dan kunci kita akan membuka gembok orang lain. Jodoh adalah ketika kunci dan gembok kita berpasangan dengan gembok dan kunci satu orang saja". Jadi, apakah kunci yang salah tetap dapat membuka sebuah gembok, dan gembok yang salah akan terbuka oleh kunci yang tepat? 

What is love? Memasuki masa dewasa awal, cinta memang bukan sekadar 'aku suka kamu'. Lebih dari itu. Cinta di masa dewasa awal ini bukan sekadar untuk masa sekarang, bukan sekadar bersenang-senang. Namun, untuk masa depanmu dengan calon pasanganmu. To make a better generation. 

What is love? Melihat beberapa pasangan suami istri yang kuikuti di Tumblr, dan beberapa dosen serta pasangannya yang kutambahkan sebagai teman di Facebook, menurutku mereka memiliki visi yang sama. Walau tidak selalu memiliki latar belakang pendidikan dan sosial yang sama. Namun, mereka sama-sama berfokus pada psikologi, sama-sama berfokus pada dunia pendidikan, sama-sama berfokus pada dunia kepenulisan, dan sama-sama berfokus pada dunia sosial. Melihat mereka (di dunia maya), aku sadar bahwa semakin bertambahnya umur seseorang, 'cinta' tidak selalu menjadi faktor utama A memilih B, B memilih A. 

What is love? Apakah cinta harus memiliki? Menurutku tidak, walau tidak bisa dipungkiri, ketika kita mencintai seseorang kita berharap seseorang itu memiliki perasaan yang sama dengan kita. But, you have to realize that you don't force everyone to love you back. Though, unrequitted love is so pathetic. And let him/her 'go' is the best choice for you. Merelakannya bersama seseorang yang telah dipilih. 

So, what is love? Cinta bukan sekadar merangkai mimpi-mimpi indah, bukan sekadar berandai-andai orang yang kita cinta juga mencintai kita balik. Cinta itu tentang memaafkan masa lalu. Cinta itu tentang merelakan seseorang yang kita cinta bahagia bersama yang lain. Saat kita memutuskan mencintai seseorang, kita harus siap menanggung risikonya. Entah baik, entah buruk. Dan saat kita berharap dijodohkan dengan seseorang yang baik, kita pun harus lebih dulu menjadi orang yang baik. Setidaknya lebih baik dari sebelumnya. Setidaknya terus berusaha untuk memperbaiki diri.   

Share this:

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 comments:

  1. Cinta itu, sejuta makna ya mba 😊
    Salam kenal mba~

    Nitip jejak http://imoetmutia.blogspot.co.id/2017/02/ayah-segalanya-bagiku.html?m=1

    ReplyDelete
    Replies
    1. banget, wkwk. Jadi susah diungkapkan semuanya. Salam kenal juga mba :D
      Sudah mampir ^^

      Delete