Lorong Menunggu



Lihatlah itu lorong!
Begitu sunyi, lengang
Tidak ada pertanda kereta akan datang
Hanya kehampaan yang menggerung

Lihatlah dirimu!
Seperti lorong itulah kamu
Masih saja berbetah menunggu
Menunggu dirinya, katamu

Lihatlah lagi dirimu!
Enggan beranjak
Enggan bergerak
Malah riang terserak
Oleh keadaan yang meriak

Lihatlah diriku!
Tersenyum simpul padamu
Tersenyum masam padaku
Menggerutu dalam kalbu
Kenapa kamu masih  menunggu seseorang itu?


Share this:

0 comments:

Post a Comment