#7 3 Buku yang Kubawa Jika Tersesat di Pulau Asing

Aku akan membawa semua bukuku ketika aku tersesat ke pulau asing. Namun, jika hanya tiga buku yang harus kupilih untuk kubawa, mungkin aku akan membawa tiga buku ini:

1. Alquran+Riyadhus Shalihin

Kedua 'buku' ini menurutku sudah satu paket untuk kubawa. Sebab menurutku kedua 'buku' ini menjadi pedoman bagiku untuk melakukan sesuatu. Jelas, Alquran itu kitab sucinya umat Islam. Banyak pelajaran dan pedoman yang terkandung di dalamnya. Sementara Riyadhus Shalihin merupakan kumpulan hadits yang juga memberi banyak pelajaran dan pedoman kehidupan. Menurutku Alquran+Riyadhus Shalihin 'buku' yang wajib kubawa ketika tersesat di pulau asing. Tentunya agar aku dapat tetap mempelajari agamaku walau jauh dari peradaban dan terasing di pulau. 

2. Sketsa 8 Warna



Ini buku kedua yang wajib kubawa karena buku ini merupakan buku pertama yang ada tulisanku di dalamnya. Buku ini merupakan buku kumpulan cerita pendekku dan 7 (atau 8 ya?) teman lainnya yang mengikuti kelas Cerpen batch pertama komunitas Pengusaha Kampus Writerpreneur (PKW). Buku ini tidak kami jual, sengaja hanya untuk koleksi kami pribadi. Beberapa temanku yang melihat buku tersebut bertanya, "Kok itu bukunya nggak dijual?" Aku hanya dapat tertawa nyengir.

3. Tentang Kamu 



Sejujurnya aku kebingungan saat memilih buku ketiga yang harus kubawa karena banyak buku yang kusuka. Namun, jika harus memilih, mungkin aku akan memilih buku Tentang Kamu-nya Tere Liye. Aku hampir selalu suka dengan cara bertutur Tere Liye di dalam setiap buku yang ditulisnya. Terlebih dalam buku ini banyak latar tempat yang diambil. Dari London, Paris, Pulau Bugin, Surakarta, Jakarta, lalu kembali lagi ke London dan Paris. Kisah dalam buku ini juga seru dan dari pertengahan hingga akhir cerita pun cukup menegangkan saat dibaca. Aku suka sekali dengan karakter Zaman yang cerdas. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment