Obrolan Sebelum Tidur Siang

Friday, January 05, 2024



Terkadang, ketika melihat Umar yang sekarang sudah bisa merangkai kata dan begitu cerewet, rasanya jadi teringat akan dirinya waktu bayi yang belum bisa bicara. Alhamdulillah, ketika Umar berusia 5 bulan, kami membelikan dua buku bantal untuknya. Awalnya, kami membelikan buku agar ada media untuk mengajarkan tauhid, dan seiring bertumbuhnya Umar, efek rutin dibacakan mulai terlihat.


Dari segi bahasa, Umar jadi punya banyak kosakata yang baik dan suka sekali bertanya. Seperti siang tadi, ketika Umar minta dibacakan buku sebelum tidur. Buku yang pertama kali kubacakan yaitu "Seri Rukun Iman: Allah Ar-Rabb". Saat di lima halaman terakhir, diceritakan tentang Allah akan yang menjadikan kita ada dan yang mematikan kita lalu menghidupkan kita untuk masuk ke JannahNya. Dan ilustrasinya sebuah keluarga yang akan masuk ke Jannah.


Ketika melihat itu, tiba-tiba banyak sekali pertanyaan beruntun dari Umar seputar Jannah. Seperti:


"Bun, kalau di Jannah kita bisa buka mata ya?"


"Bun, kalau kita di Jannah harus meninggal dulu ya?"


"Bun, kita masuk Jannah kapan ya?"


"Bun, nanti kalau kita (di yaumul mizan) ditimbangnya gimana? Berdiri ya? Atau dipotong-potong dulu?"


"Bun, nanti kalau kita di Jannah, rumah kita dibawa nggak? Bawa hape sama laptop nggak? Nanti Umar nontonnya gimana kalau (hape sama laptop) nggak dibawa?"


"Bun, nanti kalau di Jannah, kita nggak tidur ya?"


"Bun, nanti kalau di Jannah, Umar mau minum susu ya."


"Bun, nanti di Jannah Umar punya temen nggak?"


"Bun, nanti kalau di Jannah, kita pipis sama pup nggak? Nanti kalau Umar kebelet gimana?"


Padahal niat dibacakan buku karena Umar mau tidur siang, tetapi ternyata Umar malah banyak bertanya tentang Jannah. Aku pun menjawab pertanyaannya sesuai apa yang kutahu. Meskipun beberapa kali Umar merasa tidak puas dengan jawabanku. Seperti ketika aku jawab kalau di Jannah, kita tidak buang air, tetapi Umar terus bertanya bagaimana kalau dia nanti merasa kebelet 😂 


Meskipun awalnya kesal juga karena Umar tidak tidur-tidur, tetapi aku merasa bersyukur karena Umar sebegitu penasarannya dengan Jannah. Semoga rasa penasarannya Umar ini bisa jadi penyemangat untuk mencari tahu bagaimana supaya bisa layak masuk JannahNya.

No comments:

Powered by Blogger.