Hidup Ini Terlalu Lucu


Hidup ini terlalu lucu 
Apalagi hidupku
Membuatku terkekeh
Membuatku tertawa getir 
Membuatku tidak ingin berhenti menertawakan diri sendiri

“Bodoh kamu!” kataku memaki diri sendiri
Berkali-kali
Membuatku terperanjat sendiri saat mengatakannya
Membuatku gelagapan
Membuatku meratapi diri

“Apa salahku? Ke mana orang-orang?” tanya sisi hatiku yang lain ketika menatap sekeliling
Kosong
Hanya aku seorang 
Di ruang ini

“Bodoh! Kamu yang meninggalkan mereka tapi kamu juga yang merasa ditinggalkan mereka,” sisi hatiku yang lain kembali memaki 
Tertawa bengis
Sinis
Membuatku ingin berteriak. “Tidak mungkin! Itu pasti tidak mungkin.”
Seketika kepalaku terasa berat
Ingin sekali kujambak rambutku hingga tidak bersisa 

“Lihat! Lihat ini!” hatiku yang lain membawaku paksa menatap sebuah layar monitor
Beberapa buah foto memperlihatkan sebuah keriangan 
Kesenangan, dan kebahagian sekelompok orang 
Tanpa diriku 
Beberapa buah video berputar secara bergantian
Senyum terus mereka dari sekelompok orang dalam video itu 
Memperlihatkan sebuah keriangan, kesenangan, dan kebahagiaan
Lagi-lagi tanpa diriku

Aku mulai terkulai lemas
Seketika hatiku begitu sesak
Hingga kutak sanggup menatap layar monitor 
Air mata ini sekuat tenaga kutahan agar tidak menetes
Seluruh memori, kenangan bersama mereka pun ikut berputar dalam otakku
Membuat sesak ini semakin menjadi-jadi

“Bagaimana? Kamu sudah melihatnya kan?” hatiku bertanya sinis
Kini lututku benar-benar lemas, tidak sanggup untuk berdiri
Tidak sanggup menahan air mata
Hati ini sudah terlalu sesak 
Air mataku pun kini mulai membanjiri pipi
Meratapi diriku
Meratapi nasibku


***
Images:http://wallpaperstock.net/alone-wallpapers_33413_1280x1024.jpg

Share this:

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 comments:

  1. Replies
    1. gini gimana Ken? Meratapi nasib? :v menarik diri dari lingkungan? :v

      Delete